Home
Rubrik
Tentang kami
News / Rubrik / Pilkada
Koalisi Bersama Serukan Ciptakan Suasana Kondusif
By redaksi
Selasa, 25-September-2007, 06:12:23 335 clicks Send this story to a friend Printable Version
TANGERANG - Juru Bicara Koalisi Bersama Majukan Tangerang Ruhamaben berharap kepada semua pihak dapat mengembangkan suasana kondusif menjelang Pilkada Kabupaten Tangerang 2008 mendatang.
Kata Ruhamaben, suasana kondusif itu dapat diwujudkan dengan tanpa menghembuskan isu yang cenderung mengarah fitnah. “Karena itu sangat berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Ruhamaben yang juga Ketua DPD PKS Kabupaten Tangerang ini, dalam keterangan persnya yang diterima Radar Banten, Minggu (23/9) malam.
Ruhamaben menyayangkan, ada pihak-pihak yang berupay mempolitisir penurunan beras bertuliskan Bulog yang seolah-olah itu akan disalahgunakan untuk kampanye pasangan balon bupati dan wakil bupati Tangerang Jazuli Juwaini-Airin Rachmi Diany.
“Beras itu merupakan bantuan Depsos untuk PMI Banten. PMI akan menyalurkan beras itu untuk membantu warga miskin di Pantura,” kata Ruhamaben.
Ruhamaben meluruskan bahwa ruko yang berlokasi di Gading Serpong itu adalah bukanlah sekretariat tim sukses Jazuli-Airin. “Sekretariat bersama koalisi partai pengusung Jazuli-Airin tidak berlokasi di wilayah itu. Hingga saat ini belum dibentuk tim sukses Jazuli-Airin. Tim sukses baru akan didaftarkan ke KPUD menjelang Pilkada nanti,” katanya.
Ruhamaben mengharapkan, momen Pilkada ini dapat dijadikan ajang pendidikan politik yang baik bagi masyarakat. Setiap pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada memiliki tanggung jawab untuk menciptakan Pilkada yang jujur, adil, dan damai.
Karenanya, setiap pihak harus menghindari cara-cara tidak sehat untuk memenangkan Pilkada, termasuk menyebarkan fitnah.
Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banten Ratu Tatu Chasanah menyatakan, beras Bulog yang diturunkan di ruko milik Airin Rachmi Diany bukanlah untuk keperluan kampanye Airin, yang kebetulan adalah bakal calon wakil bupati Tangerang.
“Beras itu adalah milik PMI yang akan dibagikan ke masyarakat miskin di wilayah utara. Penurunan beras itu di salah satu ruko milik Airin lebih karena pertimbangan efisiensi biaya penyimpanan,” katanya.
Tatu berharap, masyarakat bisa memandang persoalan ini secara lebih obyektif dan tidak mengembangkan prasangka buruk. (dai/jid)
Discussion
Latest Post
Latest Response
E-Paper

Link