Home
Rubrik
Tentang kami
News / Rubrik / Metro Tangerang
DPR Tinjau Calon Ibukota Tangsel
By redaksi
Rabu, 31-Oktober-2007, 06:59:22 443 clicks Send this story to a friend Printable Version
Pemkab Ekspose Kelayakan Kota Tangsel
TANGERANG - Kalangan Komisi II DPR RI, Rabu (31/10) hari ini, dijadwalkan akan meninjau langsung wilayah yang akan menjadi perbatasan dan kesiapan calon ibukota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dalam kunjungan anggota DPR RI ini, direncanakan Bupati Tangerang Ismet Iskandar akan melakukan ekspose tentang kelayakan kota otonom bagian selatan Kabupaten Tangerang tersebut.
Ekpose itu terkait potensi ekonomi, jumlah penduduk, dan batas wilayah. Sehingga, terjadi komunikasi dan sinkronisasi antara Pemkab Tangerang dengan DPR RI.
Anggota Komisi II DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan, peninjauan itu akan menjadi bahan masukan bagi Komisi II dalam melakukan pembahasan. Kata Jazuli, dalam beberapa kasus pemekaran daerah, masalah perbatasan dan ibukota kerap menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat.
“Jadi kami harus hati-hati dalam masalah ini dan betul-betul memang tidak ada masalah di masyarakat,” kata Jazuli, Selasa (30/10).
Sebelum meninjau ke perbatasan dan calon ibukota Tangsel, kalangan DPR ini akan diterima terlebih dahulu di Golf BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang.
Dalam kaitan pembentukan Kota Tangsel, Jazuli menegaskan, pihaknya sangat serius dalam memperjuangkan pembentukan kota tersebut. Diharapkan pada bulan November ini pembahasan terdapat usulan pembentukan kota baru itu sudah bisa dimulai.
Hery Haryanto, salah seorang tim pembentukan Kota Tangsel dari Pemkab Tangerang berharap, dalam kunjungan perdananya ke Kabupaten Tangerang, Komisi II DPR RI ini dapat segera mempercepat pengesahan kota baru tersebut.
Pada bagian lain, kalangan Pansus Percepatan Pembentukan Tangsel DPRD Kabupaten Tangerang mengaku tidak menerima undangan dalam pertemuan tersebut. “Sudah saya cek dan betul tidak ada undangan atau disposisi untuk menghadiri acara tersebut,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang yang juga koordinator Pansus Arif Wahyudi, Selasa (30/10).
Arif tidak mengetahui alasan sehingga lembaganya tidak diundang dalam acara tersebut. Ia pun cukup menyayangkan hal tersebut.
“Saya tidak tahu kenapa Pansus Percepatan Tangsel tak diundang. Mudah-mudahan dengan tidak diundangnya kami bukan untuk menghapus sejarah peran DPRD dalam pembentukan Tangsel,” kata Arif. (afu/jid)


Discussion
Latest Post
Latest Response
E-Paper

Link