 |
 |
|
 |
 |
|
| News /
Rubrik
/ Utama |
|
| Idola para Pegolf Pejabat, Tarif Tip Rp 1 Juta | | By redaksi |
| Senin, 04-Mei-2009, 07:45:22 |
889 clicks |
 |
 |
|
|
| Rani Juliani, Caddy Golf yang Mendadak Terkenal |
|
|
Disebut sebagai wanita di balik misteri hubungan segi tiga antara Ketua KPK Antasari Azhar dengan Nasrudin Zulkarnain, direktur PT Putra Rajawali Banjaran, yang menjadi korban pembunuhan di Tangerang (14/3), nama Rani Juliani langsung meroket. Siapa dia sebenarnya?
Sejak peristiwa penembakan terhadap Nasrudin Zulkarnain, salah seorang direktur anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), di kawasan perumahan Modernland, Kota Tangerang, 14 Maret lalu, rumah Rani Juliani di Kampung Kosong, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, tampak sepi.
Rumah bercat putih, berterali besi, dan halamannya penuh bunga itu terlihat tak berpenghuni sejak 16 Maret lalu. Rani dan keluarganya bak menghilang ditelan bumi. “Kami mengenal gadis itu Rani, bukan Tika (nama samaran Rani). Dia punya adik satu yang tinggal di rumah tersebut bersama ayah dan ibunya. Tapi, sejak peristiwa penembakan Zul (panggilan Nasrudin Zulkarnain), keluarga tidak pernah lagi terlihat di rumahnya,” ungkap Bogoh (25) seorang montir bengkel yang tinggal di dekat rumah yang beralamat di RT 01/04 nomor 8 tersebut.
Dia juga menuturkan bahwa keluarga Pak Endang “nama ayah Rani” sangat tertutup kepada tetangga. Begitu pula dengan Rani. Wanita 22 tahun itu jarang bergaul dengan warga setempat.
Menurut tetangga lain, Rani mengungsi ke Serang. “Kakek-neneknya di Serang,” ujarnya lalu mewanti-wanti agar namanya tidak disebut. Di Serang bagian mana? “Saya tidak tahu,” tegasnya.
Rumah orang tua Rani di Kampung Kosong ditinggalkan setelah Nasrudin tewas tertembak. Keluarga Endang merasa tidak tenang karena setiap hari menjadi perhatian masyarakat. Apalagi, status Rani disebut-sebut sebagai pemicu di balik penembakan Nasrudin.
Bahkan, sejak pertengahan Maret lalu, Rani diketahui beberapa kali diperiksa di Polres Tangerang. Setelah itu, jejaknya tak diketahui. “Rani cantik, kulitnya putih. Pekerjaannya kalau tidak salah di lapangan golf,” ungkap Asrofah (35) pemilik warung dekat rumah Rani.
Menurut dia, Rani menikah dengan Nasrudin pada 2005. “Pak Zul datang ke sini seminggu dua kali,” jelasnya. Asrofah juga menuturkan bahwa Pak Zul kerap membawa BMW bernopol B 191 E saat datang ke rumah Rani. “Itu memang orangnya dan itu suami Rani,” katanya.
Rani memang menjadi istri ketiga Nasrudin dengan nikah siri. Hanya keluarga dekat yang datang menjadi saksi pernikahan mereka. Nasrudin dikenal royal. Pria asal Makassar tersebut bahkan dilaporkan warga pernah mengajak jalan-jalan keluarga Rani berlibur ke Bali sebelum musim haji lalu.
Nasrudin juga membiayai kuliah Rani di Jalan Jenderal Sudirman, Cikokol, Tangerang. “Rani disekolahkan Nasrudin di Green Campus,” katanya. Green Campus adalah sebutan untuk STMIK Raharja, tempat kuliah Rani.
Berdasar penelusuran koran ini, Rani juga bekerja sebagai salah seorang caddy di Padang Golf Modern di Komplek Modernland. Wanita kelahiran 1 Juli 1986 tersebut juga dikenal sebagai caddy favorit di klub golf itu. Wajahnya yang manis dan pembawaannya yang luwes membuat dirinya laris menjadi pendamping member klub golf di lapangan.
Siska (20), caddy yang sejak tahun 2005 bekerja di sana, ditemani dua temannya, Nia (22) dan Wina (23) mau melayani pertanyaan koran ini. Ketiga wanita berpakaian modis itu bercerita tentang teman kerjanya Rani Juliani. “Saya pernah bertemu dan berbincang-bincang dengan Rani. Tapi tidak terlalu dekat,” ujar Siska yang mengaku nge-kost di daerah Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, yang tidak jauh dari tempat dia bekerja.
Siska mengaku tiap bulan penghasilannya tidak tetap. “Kalau dari kantor paling banyak gaji Rp 700 ribu sebulan. Tapi, penghasilan kami bisa lebih dari Rp 2 juta dengan tambahan tips yang diberikan tamu. Tergantung rejeki,” ujar wanita betubuh mungil tersebut. Dia menceritakan, kalau Rani yang kurang dari dua tahun bekerja di sana dan berhenti pada tahun 2006. “Pak Nasrudin memang sering booking Rani,” ujar Siska lagi.
Selain Nasrudin, Rani juga kerap di-booking oleh pejabat lain untuk menemani bermain golf. Tugas, caddy adalah memandu pemain golf di lapangan dengan luas 85 hektar yang berlokasi di dua kecamatan yakni Cipondoh dan Pinang di Kota Tangerang.
Di lapangan golf satu-satunya di Kota Tangerang itu ada sekitar 250 orang caddy, yang terdiri dari 200 wanita dan 50 pria. Ada dua shift dalam pembagian kerja kedi yakni yang bertugas mulai pukul 06.00 hingga pukul 12.00 dan pukul 13.00 hingga pukul 16.00 malam. Dia kembali menceritakan Rani yang memiliki postur tubuh tinggi 165 sentimeter dengan berat badan ideal.
“Jadi, jangan heran bila Rani banyak yang mem-booking. “Kalau kami dalam satu shift belum tentu bisa merumput atau ada yang meminta. Tapi, kalau Rani sudah punya jadwal melayani golfer yang dibuatkan oleh front office (kantor pengelola Golf Modern),” ungkapnya lagi. Sementara itu, Nia juga ikut bicara perihal hubungan Rani dengan teman kerjanya yang lain.
“Dia (Rani-red) hanya bergaul dengan caddy tertentu. Mungkin karena dia cantik. Untuk bersapa saja dengan kami jarang walau berpapasan. Dia emang cantik banget,” ujar wanita berambut pendek tersebut. Rani yang memiliki rambut panjang sebahu itu memang cukup terkenal di padang golf ini. “Dia (Rani-red) caddy primadona di sini. Tapi itu dulu, saat masih bekerja di sini,” ujarnya.
Rani memang menjadi idola para pejabat. Karena itu, dia pasang tarif mahal. Uang tip untuk Rani juga cukup besar. Sekali putaran bisa dapat Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. “Rani itu termasuk caddy mahal di sini. Maksudnya, uang tipnya banyak. Yang booking untuk jadi caddy juga banyak. Dia biasanya sama pejabat,” ucap Nurmalasari, salah seorang Untuk bisa mendapat caddy mahal di Modern, seorang member atau pemain golf harus merogoh kocek minimal Rp 500 ribu hingga lebih dari Rp 1 juta per sekali putaran. “Rani terkenal di sini karena termasuk caddy mahal dan jadi primadona,” jelas caddy yang juga rekan Rani yang enggan namanya dikorankan.
Salah seorang member klub yang menjadi langganan ditemani Rani adalah Nasrudin. “Sejak tiga tahun lalu, Nasrudin menjadi member di sini,” jelas Iwan Suryawijaya, salah seorang petinggi PT Modernland Realty, pengembang Perumahan Modernland.
Selain Nasrudin, Ketua KPK Antasari Azhar menjadi member di klub tersebut. “Kalau Pak Antasari, saya tidak ingat sejak kapan dia jadi member di klub golf ini. Tapi, belum lama,” ujarnya. Ketika menjadi caddy, Rani memang selalu mendampingi Nasrudin di lapangan. Dia juga menyatakan bahwa saat itu Nasrudin kerap bermain golf. Seminggu bisa sampai tiga kali. “Kadang lebih,” katanya.
Sementara itu, Direktur STMIK Raharja PO Abas Sunarya mengaku tidak bisa mengingat apakah Rani Juliani adalah mahasiswinya atau bukan. “Tidak bisa dipastikan karena nama Rani banyak,” ungkapnya.
Selain menjadi caddy, tampaknya, Rani juga pernah menjadi marketing Klub Golf Modernland. Namun, tak lama setelah itu, dia keluar dari pekerjaannya. “Dia pernah pindah ke marketing, tapi sekarang sudah keluar,” ungkap Yusri Jayadi, caddy master Modernland Golf. (jpnn)
|
|
|
|
 |
 |
|
 |
 |