Jalan Desa Margaluyu Putus

SAJIRA – Sejumlah 789 kepala keluarga (KK) di Kampung Cibeurih, Desa Margaluyu, Ke­camatan Sajira, Kabupaten Lebak, ter­ancam terisolasi. Jalan desa ke perkampungan itu sepanjang 15 meter ambles dengan ke­­dalaman 1 hingga 2 meter. Ini terjadi aki­bat hujan deras beberapa waktu lalu.
“Laporannya sudah kami terima dan diteruskan ke Dinas Bina Marga (DBM). Akibat ambles, 789 KK terancam terisolasi. Dugaan sementara akibat guyuran hujan terus menerus sehingga kondisi tanah labil,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi, Rabu (1/2).
Menurut dia, curah hujan di Kabupaten Le­­bak tetap tinggi pasca-banjir dan tanah long­sor pada Sabtu (14/1) lalu yang meren­dam ribuan rumah di 23 kecamatan. Karena itu, BPBD meminta agar warga di daerah banjir dan longsor senantiasa waspada.
Aki­bat jalan antar-desa itu ambles, kata Kap­­rawi, tak hanya mengancam per­kam­pung­an Cibeurih terisolasi. Kejadian itu juga mengakibatkan 21 rumah warga rusak. DBM, lanjutnya, telah menerjunkan pe­tugas­nya guna menangani masalah tersebut. “Kami minta warga tetap waspada jika hujan deras terus-menerus, apalagi pada malam hari. Warga setidaknya ada yang bergantian ronda,” katanya. Mengingat, beberapa hari terakhir banjir, longsor, dan puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak.
Lantaran hujan disertai angin kencang de­ngan kapasitas ringan, sedang, dan lebat ma­sih berlangsung, tegas Kaprawi, BPBD Ka­bu­paten Lebak belum mencabut status tanggap darurat. “Bencana puting beliung yang terjadi di Lebak Selatan tercatat 59 rumah rusak parah dan ringan,” katanya.
Dihubungi terpisah, Camat Sajira Yusup mem­benarkan jika jalan poros desa yang ambles itu mengancam 789 warga Kampung Cibeurih terisolir. Pasalnya jalan poros desa sepanjang 700 meter yang meng­hubung­kan Desa Margaluyu dan Desa Maraya itu ambles sepanjang 15 meter dengan kedalaman 1 sampai 2 meter.
“Permukiman di Kampung Cibeurih dengan topografinya berbukit terjal dan pegunungan, tentu sangat rawan longsor jika musim hujan, karena itu saya telah pe­rintahkan kepada kepala desa untuk meng­ingatkan kepada warga setempat untuk ber­onda pada saat hujan turun malam hari seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Ka­mi juga berharap pe­merintah daerah me­relokasi enam rumah di sekitar Sungai Ci­beu­rih, karena kondisinya meng­khawatir­kan terjadi longsor,” bebernya. (mg-20/don/zen)