Jalan Desa Margaluyu Putus
Kamis, 02 Februari 2012 | 10:30 WIB
SAJIRA – Sejumlah 789 kepala keluarga (KK) di Kampung Cibeurih, Desa Margaluyu, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, terancam terisolasi. Jalan desa ke perkampungan itu sepanjang 15 meter ambles dengan kedalaman 1 hingga 2 meter. Ini terjadi akibat hujan deras beberapa waktu lalu.
“Laporannya sudah kami terima dan diteruskan ke Dinas Bina Marga (DBM). Akibat ambles, 789 KK terancam terisolasi. Dugaan sementara akibat guyuran hujan terus menerus sehingga kondisi tanah labil,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi, Rabu (1/2).
Menurut dia, curah hujan di Kabupaten Lebak tetap tinggi pasca-banjir dan tanah longsor pada Sabtu (14/1) lalu yang merendam ribuan rumah di 23 kecamatan. Karena itu, BPBD meminta agar warga di daerah banjir dan longsor senantiasa waspada.
Akibat jalan antar-desa itu ambles, kata Kaprawi, tak hanya mengancam perkampungan Cibeurih terisolasi. Kejadian itu juga mengakibatkan 21 rumah warga rusak. DBM, lanjutnya, telah menerjunkan petugasnya guna menangani masalah tersebut. “Kami minta warga tetap waspada jika hujan deras terus-menerus, apalagi pada malam hari. Warga setidaknya ada yang bergantian ronda,” katanya. Mengingat, beberapa hari terakhir banjir, longsor, dan puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak.
Lantaran hujan disertai angin kencang dengan kapasitas ringan, sedang, dan lebat masih berlangsung, tegas Kaprawi, BPBD Kabupaten Lebak belum mencabut status tanggap darurat. “Bencana puting beliung yang terjadi di Lebak Selatan tercatat 59 rumah rusak parah dan ringan,” katanya.
Dihubungi terpisah, Camat Sajira Yusup membenarkan jika jalan poros desa yang ambles itu mengancam 789 warga Kampung Cibeurih terisolir. Pasalnya jalan poros desa sepanjang 700 meter yang menghubungkan Desa Margaluyu dan Desa Maraya itu ambles sepanjang 15 meter dengan kedalaman 1 sampai 2 meter.
“Permukiman di Kampung Cibeurih dengan topografinya berbukit terjal dan pegunungan, tentu sangat rawan longsor jika musim hujan, karena itu saya telah perintahkan kepada kepala desa untuk mengingatkan kepada warga setempat untuk beronda pada saat hujan turun malam hari seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Kami juga berharap pemerintah daerah merelokasi enam rumah di sekitar Sungai Cibeurih, karena kondisinya mengkhawatirkan terjadi longsor,” bebernya. (mg-20/don/zen)