Angkat Ekonomi Rakyat Melalui SMD

SERANG – Untuk meng­gerak­kan ekonomi di sejumlah desa, pe­merintah memberdayakan sar­jana peternakan untuk me­ngelola hewan ternak melalui program Sarjana Membangun Desa (SMD). Hewan yang bisa dikelola adalah sapi, kerbau, domba, dan kambing.
“Tujuannya agar ekonomi ma­syarakat berkembang signi­fikan. Selain itu sarjana peter­na­kan agar bekerja sesuai de­ngan keahliannya. Memang yang memprakarsai program SMD ini adalah Institut Perta­nian Bogor (IPB) yang diusulkan ke pemerintah. Makanya kami mengundang kepada sarjana peternakan di Banten untuk bergabung,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Asep Mulya Hidayat kepada Radar Banten, Rabu (1/2.
Dikatakan Asep, untuk 2011 se­banyak sebelas kelompok men­dapatkan program ini de­ngan bantuan yang berbeda. Un­tuk peternakan sapi dan ker­bau memperoleh dana Rp 300 juta, sedangkan untuk kam­bing dan domba Rp 125 juta. Dana sebesar itu diperuntukkan bagi sarana pendukung sebesar 20 persen dan untuk hewan ternak 80 persen. Semua ang­garan dikelola oleh kelompok. Setiap kelompok terdapat 10 sampai 15 orang.
“Dana itu hibah. Bila berhasil ma­ka silakan dipergunakan un­tuk peternak dan sarjana itu sendiri. Memang sarjana ini se­bagai manajer dalam program tersebut. Untuk mendapatkan program itu harus seleksi yang dilakukan pemerintah pusat. Se­mentara pemprov hanya mela­kukan seleksi administrasi saja, seperti proposal, ung­kapnya.
Mantan Ketua KNPI Pan­deg­lang ini mengung­kapkan, untuk 2012 pihaknya belum tahu be­rapa kemlompok yang akan mendapatkan program ini, ka­rena yang menentukan peme­rintah pusat. Sementara pihak provinsi hanya mengusulkan saja. Ia mengungkapkan kendala yang dihadapi  Pemerintah Provinsi Banten adalah minim­nya sarjana peternakan sehingga jumlah yang dapat sedikit. Kedepannya program ini untuk menuju swasembada daging tahun 2014, karena potensi kebutuhan daging di Indonesia terus meningkat.
“Kami berharap, agar program ini berjalan dengan sukses. Un­tuk tahun 2011 belum bisa dili­hat keberhasilannya ka­rena pe­­lak­­sanannya akhir tahun. ­Se­­dang­kan untuk tahun 2010 su­­­dah dikatakan berhasil. Ini ter­­bukti dengan banyaknya he­wan yang bertambah di setiap ke­­lom­pok yang memperoleh ban­tuan itu,” katanya. (ran/zee/ags)