Angkat Ekonomi Rakyat Melalui SMD
Kamis, 02 Februari 2012 | 10:25 WIB
SERANG – Untuk menggerakkan ekonomi di sejumlah desa, pemerintah memberdayakan sarjana peternakan untuk mengelola hewan ternak melalui program Sarjana Membangun Desa (SMD). Hewan yang bisa dikelola adalah sapi, kerbau, domba, dan kambing.
“Tujuannya agar ekonomi masyarakat berkembang signifikan. Selain itu sarjana peternakan agar bekerja sesuai dengan keahliannya. Memang yang memprakarsai program SMD ini adalah Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diusulkan ke pemerintah. Makanya kami mengundang kepada sarjana peternakan di Banten untuk bergabung,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Asep Mulya Hidayat kepada Radar Banten, Rabu (1/2.
Dikatakan Asep, untuk 2011 sebanyak sebelas kelompok mendapatkan program ini dengan bantuan yang berbeda. Untuk peternakan sapi dan kerbau memperoleh dana Rp 300 juta, sedangkan untuk kambing dan domba Rp 125 juta. Dana sebesar itu diperuntukkan bagi sarana pendukung sebesar 20 persen dan untuk hewan ternak 80 persen. Semua anggaran dikelola oleh kelompok. Setiap kelompok terdapat 10 sampai 15 orang.
“Dana itu hibah. Bila berhasil maka silakan dipergunakan untuk peternak dan sarjana itu sendiri. Memang sarjana ini sebagai manajer dalam program tersebut. Untuk mendapatkan program itu harus seleksi yang dilakukan pemerintah pusat. Sementara pemprov hanya melakukan seleksi administrasi saja, seperti proposal, ungkapnya.
Mantan Ketua KNPI Pandeglang ini mengungkapkan, untuk 2012 pihaknya belum tahu berapa kemlompok yang akan mendapatkan program ini, karena yang menentukan pemerintah pusat. Sementara pihak provinsi hanya mengusulkan saja. Ia mengungkapkan kendala yang dihadapi Pemerintah Provinsi Banten adalah minimnya sarjana peternakan sehingga jumlah yang dapat sedikit. Kedepannya program ini untuk menuju swasembada daging tahun 2014, karena potensi kebutuhan daging di Indonesia terus meningkat.
“Kami berharap, agar program ini berjalan dengan sukses. Untuk tahun 2011 belum bisa dilihat keberhasilannya karena pelaksanannya akhir tahun. Sedangkan untuk tahun 2010 sudah dikatakan berhasil. Ini terbukti dengan banyaknya hewan yang bertambah di setiap kelompok yang memperoleh bantuan itu,” katanya. (ran/zee/ags)