Setengah Sampah Kota Tak Terangkut
Selasa, 13 Desember 2011 | 11:13 WIB
CILEGON - Dinas Kebersihan dan Pertamanan setiap harinya ternyata hanya bisa mengangkut 50 persen total sampah yang ada di Kota Cilegon. Lagi-lagi masalah keterbatasan anggaran, luasnya wilayah, serta minimnya sarana dan prasarana dijadikan alasan. “Kita hanya mempunyai 22 truk, 12 becak motor, 36 gerobak, dan 74 kontainer, serta 150 tenaga harian lepas (THL),” kata Kepala Seksi Pelayanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Aminuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin(12/12).
Dengan perlengkapan tersebut, pihaknya hanya bisa mengangkut 90 titik di Kota Cilegon, di antaranya di Jalan protokol, Pasar Kranggot, Pasar blok F, Pasar Pulomerak, dan beberapa perumahan. “Titik-titik tersebut merupakan daerah yang volume sampahnya paling banyak,” kata dia.
Meski tidak mampu terangkut semua, Aminuddin optimistis dalam beberapa tahun ke depan bisa memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat. “Aturannya tiap kota/kabupaten per hari harus mengangkut 75 persen sampah yang ada,” ujarnya.
Pantauan Radar Banten, akibat tidak semua sampah terangkut, banyak bermunculan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar. Salah satunya di Lingkungan Pegantungan, Kelurahan Jombang Wetan, Jombang. Warga di lingkungan tersebut membuang sampah di sebuah lapang. Beberapa warga ketika ditanya mengaku membuang sampah di lapangan tersebut lantaran tidak adanya TPS di lingkungan mereka. “Habis mau dibuang ke mana lagi,” kata Rusman, warga Lingkungan Pegantungan.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Cilegon M Tahyar mengaku dalam pembahasan dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan, pihaknya mendukung adanya penambahan sarana dan prasarana di instansi tersebut. “Ini untuk mewujudkan Cilegon bersih, apalagi Cilegon berkeinginan dapat Adipura,” ujarnya.
Senada dikatakan anggota Komisi II DPRD Cilegon Rahmatullah. “Usulan Rp 10,8 miliar yang diajukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan kita setujui. Ini bukti kita mendukung program Cilegon bersih,” katanya. (mg05/del/zen)
Beri komentar