Hukum

Wadirsabhara Diisukan Terima Suap

SERANG – Wakil Direktur Sabhara (Wadi­rsab­hara) Polda Banten AKBP Widoni ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 2 Februari 2012 | Klik: 446 | Komentar

Baca

Penipu Ngaku Wartawan Trans 7

PAMULANG - Penipu yang mengaku wartawan Trans 7 ditang­kap Polsek ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 2 Februari 2012 | Klik: 374 | Komentar

Baca

Pimpinan Curanmor Lampung-Aceh Ditembak

TIGARKSA - Satreskrim Polres Metro Tangerang Kabupaten kem­bali menggulung komplotan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 2 Februari 2012 | Klik: 309 | Komentar

Baca


Setengah Sampah Kota Tak Terangkut

CILEGON - Dinas Kebersihan dan Pertamanan setiap harinya ter­nyata hanya bisa mengangkut 50 persen total sampah yang ada di Kota Cilegon. Lagi-lagi ma­salah keterbatasan anggaran, luas­nya wilayah, serta minimnya sa­rana dan prasarana dijadikan ala­san. “Kita hanya mempunyai 22 truk, 12 becak motor, 36 ge­robak, dan 74 kontainer, serta 150 tenaga harian lepas (THL),” ka­­ta Kepala Seksi Pelayanan Di­­nas Kebersihan dan Perta­ma­nan Aminuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin(12/12).
Dengan perlengkapan terse­but, pihaknya hanya bisa meng­angkut 90 titik di Kota Cile­gon, di antaranya di Jalan protokol, Pasar Kranggot, Pasar blok F, Pasar Pulomerak, dan bebe­rapa perumahan. “Titik-titik tersebut merupakan dae­rah yang volume sampah­nya pa­ling banyak,” kata dia.
Meski tidak mampu terangkut semua, Aminuddin optimistis dalam beberapa tahun ke depan bi­sa memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat. “Aturannya tiap kota/kabu­paten per hari harus meng­angkut 75 persen sampah yang ada,” ujarnya.
Pantauan Radar Banten, akibat tidak semua sampah terangkut, ba­nyak bermunculan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar. Salah satunya di Lingkungan Pegantungan, Kelurahan Jom­bang Wetan, Jombang. Warga di lingkungan tersebut mem­buang sampah di sebuah lapang. Beberapa warga ketika ditanya me­ngaku membuang sampah di lapangan tersebut lantaran ti­dak adanya TPS di lingkungan me­reka. “Habis mau dibuang ke mana lagi,” kata Rusman, warga Lingkungan Pegantungan.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Cilegon M Tahyar me­ngaku dalam pembahasan de­ngan Dinas Kebersihan dan Per­­ta­manan, pihaknya men­du­kung adanya penambahan sa­rana dan prasarana di instansi tersebut. “Ini untuk mewujudkan Cilegon ber­sih, apalagi Cilegon berke­inginan dapat Adipura,” ujarnya.
Senada dikatakan anggota Komisi II DPRD Cilegon Rahmatullah. “Usulan Rp 10,8 miliar yang diajukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan kita setujui. Ini bukti kita men­dukung program Cilegon bersih,” ka­tanya. (mg05/del/zen)

Beri komentar


Security code
Refresh


Komentar Terakhir