Tak Ada TPT, Jalan Gerem Rawan Longsor
Kamis, 02 Februari 2012 | 10:20 WIB
Sejumlah warga di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, meminta agar sisi Jalan Gerem dibangun tembok penahan tanah (TPT). Pasalnya mereka khawatir saat musim hujan tebing batu dan tanah yang ada di sisi jalan longsor.
Pantauan Radar Banten, mulai Lingkungan Gerem Talang sampai Gerem Watu Lawang, sisi kiri jalan tersebut masih berupa tebing tanah dan batu dengan ketinggian satu sampai tiga meter. Sementara sisi kanan jalannya juga berupa jurang yang belum ditembok. Selain itu kondisi jalan juga sudah rusak karena sejak dibangun pada awal 2000, jalan itu belum pernah diperbaiki.
Ketua RT 2 RW 10 Lingkungan Gerem Kelotoh Rahmatullah mengungkapkan, permukiman di wilayah Gerem umumnya berada di pegunungan. “Kami sangat berharap pemerintah membangun tembok di sisi kanan dan kiri jalan agar kami merasa aman,” ungkap Rahmat, Rabu (1/1).
Menurutnya, ada beberapa lingkungan di Gerem yang rawan terhadap longsor, yakni Gerem Kelotoh, Kemlake, Sumur Jurang, dan Watu Lawang. “Menurut saya pembangunan jalan rusak dan TPT di sekeliling jalan adalah prioritas di Gerem,” ujarnya.
Lurah Gerem Syamlawi mengungkapkan, pihaknya hanya mengkoordinasi pelaksanaan program pembangunan di wilayahnya. Sementara pelaksanaannya sudah ada lembaga tersendiri seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan forum RW. “Insya Allah tahun ini akan ada lagi pembangunan TPT itu, tapi belum kita tentukan lokasi dan jumlah biaya yang dibutuhkan,” katanya
Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Gerem Nasir Hamdani menjelaskan, pembangunan TPT di Gerem baru dimulai pada tahun anggaran 2011. Tahun lalu, pihaknya melaksanakan proyek TPT di empat lokasi yakni di Lingkungan Gerem Talang, Cupas, Cikuasa, dan Kuburan Bayur. “Tahun ini baru akan diusulkan, mudah-mudahan kita mendapatkan dana untuk TPT,” ujarnya.
Dikatakan, LPM Gerem sudah menyerahkan daftar usulan rencana pembangunan pada 2012 kepada masing-masing RT. Sampai saat ini belum ada ketua RT yang mengembalikan daftar usulan tersebut. “Jika nanti sudah diusulkan, akan kita infentarisasi mana saja usulan yang prioritas, lalu kami survei ke lapangan untuk memastikan bahwa yang diusulkan benar-benar penting,” katanya. (ibm/del/zen)
Beri komentar