Hukum

Wadirsabhara Diisukan Terima Suap

SERANG – Wakil Direktur Sabhara (Wadi­rsab­hara) Polda Banten AKBP Widoni ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 2 Februari 2012 | Klik: 446 | Komentar

Baca

Penipu Ngaku Wartawan Trans 7

PAMULANG - Penipu yang mengaku wartawan Trans 7 ditang­kap Polsek ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 2 Februari 2012 | Klik: 374 | Komentar

Baca

Pimpinan Curanmor Lampung-Aceh Ditembak

TIGARKSA - Satreskrim Polres Metro Tangerang Kabupaten kem­bali menggulung komplotan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 2 Februari 2012 | Klik: 309 | Komentar

Baca


Basket

DALLAS - Dallas Mavericks berhasil merebut game ke­lima final NBA 2011 Kamis malam lalu (9/6, kemarin pagi WIB). Lagi-lagi lewat laga sengit atas Miami Heat, 112-103. Dengan hasil itu, Dirk Nowitzki dkk kini unggul 3-2 dalam duel best-of-seven ini. Dan itu berarti, tim milik Mark Cuban itu hanya butuh satu kali lagi kemenangan untuk merebut gelar juara pertama dalam sejarah Mavericks.
Meski demikian, bukan berarti jalan menuju juara semakin mulus. Tantangan yang harus dihadapi tetap sangat berat. Sebab, untuk game keenam dan kalau dibutuhkan ketujuh final akan diselenggarakan di kandang Miami Heat.
Sambil menunggu laga-laga penentu itu, Mav­ericks dan seluruh fansnya layak merayakan kemenangan besar kemarin. Apalagi, laga itu merupakan laga terakhir NBA musim ini di Dallas. Setelah itu, kota di negara bagian Texas itu harus me­nunggu apakah Mavericks akan pulang sebagai champion atau membawa kegagalan.
Kalau menengok sejarah, sukses seharusnya akan diraih Mavericks. Sudah 26 kali final NBA berlangsung imbang 2-2 setelah empat game. Setelah itu, tim yang merebut game kelima lebih berpeluang menjadi jawara. Total, 19 kali pemenang game kelima meraih Tropi Larry O`Brien. Ironisnya, tim terakhir yang melakukan itu adalah Miami Heat yang lantas mengalahkan Dallas Mavericks 4-2 pada final 2006.
Tak heran bila sebelum laga kemarin, barisan Mavericks menghadapinya dengan sangat serius, seperti akan menghadapi game terakhir. “Kami tak ingin memberi mereka peluang untuk mengunci gelar dua kali di kandang sendiri,” kata Nowitzki seperti dilansir Associated Press.
Walau belum pulih betul dari sakit demam, Nowitzki kembali menunjukkan kelas. Dia mencetak 29 poin. Dan kali ini, rekan-rekannya ikut banyak menyumbang. Jason Jet Terry menambah 21 poin, JJ Barea 17 poin, plus Jason Kidd, dan Tyson Chandler masing-masing 13 poin.
Tembakan tiga angka jadi senjata utama Mavericks yang memasukkan 13 dari 19 tembakan alias 68 persen! Heat setelah tampil payah di game keempat, LeBron James tampil ganas dan meraup triple-double. Total 17 poin, sepuluh rebound, dan sepuluh assist. Sayang, kali ini barisan lain Heat tak banyak membantu.
Dwyane Wade bahkan sempat keluar dari lapangan karena cedera pinggul. Dia baru kembali ke lapangan saat kuarter ketiga hanya sisa empat menit. Seperti laga-laga sebelumnya, kedua tim sempat bergantian memimpin. Tapi kali ini, meski Heat tak kunjung menyerah, laga tak harus berlangsung mendebarkan sampai detik-detik akhir.
Game keenam akan diselenggarakan Minggu besok (12/6, Senin pagi WIB). Mavericks berniat untuk memenangkan laga itu supaya segera bisa pulang se­bagai juara. “Harus kami akui, sakit kekalahan (final 2006) terus menghantui dalam lima tahun terakhir. Hanya ada satu hal yang bisa menghilangkannya. Hanya satu hal (yaitu jadi juara),” tegas Donnie Nelson, bos operasional Dallas Mavericks. (jpnn/bon)

Komentar Terakhir