Perbaikan Sarana dari Iuran Atlet
Rabu, 01 Februari 2012 | 11:33 WIB

SERANG – Pemkot Serang, Pemkab Serang, dan Pemprov Banten harusnya malu dengan apa yang dilakukan para atletnya. Seperti yang dilakukan atlet panjat tebing yang tergabung dalam Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Mereka menggalang dana untuk memperbaiki sarana panjat tebing yang memang hanya ada satu-satunya di Serang, yaitu yang berada di kawasan Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang.
Ketua Harian Pengcab FPTI Kabupaten Serang Nelson mengatakan, perbaikan sarana latihan olahraga panjat tebing ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Tapi karena tidak kunjung mendapatkan perhatian dari pemerintah, akhirnya para atlet memutuskan untuk melakukan iuran. Apalagi saat ini kondisi peralatan atlet panjang tebing sangat miris karena sudah rusak dan tidak memenuhi standar untuk latihan.
Nelson menilai, pembinaan dan pemasyarakatan olahraga panjat tebing sangat tergantung dengan sarana. “Cabor panjat tebing berbeda dengan cabor lainnya. Latihan sangat tergantung dengan ketersediaan sarana,” kata Nelson saat ditemui di arena panjat tebing di kawasan Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Selasa (31/1).
Pengadaan sarana dan prasarana olahraga sudah diatur dalam Undang–Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Di pasal 67 ayat 2 di undang-undang tersebut, kata Nelson, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjamin ketersediaan prasarana olahraga sesuai dengan standar dan kebutuhan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. “Sarana panjat tebing di Serang yang tersedia hanya satu dan tidak berstandar dan keamanannya juga tidak layak,” kata Nelson.
Dia menegaskan, sebenarnya ada beberapa kampus yang memiliki sarana dan prasarana panjat tebing. Tapi itu tidak bisa digunakan oleh atlet karena milik internal kampus dan standar yang dimiliki bukan untuk berkompetisi. “Sarana panjat tebing yang ada di kampus digunakan hanya untuk organisasi mahasiswa pecinta alam. Sifatnya didominasi ajang eksebisi pecinta alam,” jelasnya.
Nelson berharap, pemerintah memerhatikan prasarana panjat tebing. Ini karena peminat cabor panjat tebing semakin meningkat. “Atlet panjat tebing semakin banyak jumlahnya. Terutama atlet pemula. Hal ini tentunya butuh ketersediaan sarana untuk mengasah kemampuan atlet tersebut,” ujarnya. (mg-12/bon/ags)
Beri komentar