Hukum

Wadirsabhara Diisukan Terima Suap

SERANG – Wakil Direktur Sabhara (Wadi­rsab­hara) Polda Banten AKBP Widoni ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 2 Februari 2012 | Klik: 446 | Komentar

Baca

Penipu Ngaku Wartawan Trans 7

PAMULANG - Penipu yang mengaku wartawan Trans 7 ditang­kap Polsek ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 2 Februari 2012 | Klik: 374 | Komentar

Baca

Pimpinan Curanmor Lampung-Aceh Ditembak

TIGARKSA - Satreskrim Polres Metro Tangerang Kabupaten kem­bali menggulung komplotan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 2 Februari 2012 | Klik: 309 | Komentar

Baca


Kejutan di Akhir Pendaftaran

SERANG - Sehari menjelang ma­sa ber­akhirnya pendaftaran ba­­kal calon gubernur/wakil gu­bernur di KPU Banten, kemarin (13/7), ma­sing-masing kandidat gu­bernur mu­lai mematangkan pen­calonan mereka. Apa­bila se­belumnya, Ratu Atut Chosiyah, Wa­­hidin Halim, dan Jazuli Juwaini belum me­­nemukan pen­dam­pingnya, ke­marin me­reka su­dah mulai menemukan pen­damping.
Namun yang mengejutkan, muncul dua nama baru sebagai kandidat wakil gubernur. Keduanya adalah Irna Narulita Dimyati dan Daenulhay. Sementara sejumlah nama yang sebelumnya santer akan menjadi kandidat wakil gubernur, seperti Mulyadi Jayabaya, Zainuddin, dan Rhoma Irama, ternyata batal diusung.    
Informasi yang dihimpun Radar Banten sepanjang se­ha­rian ke­marin menyebutkan bahwa petahana (in­cum­bent) Ratu Atut Chosiyah dipastikan te­tap akan berpasangan dengan Rano Karno. Wa­hidin Halim yang se­belumnya ke­sulitan me­ne­mu­kan pen­damping, ke­mung­kinan besar akan ber­pa­sangan dengan Irna Narulita Dimyati. Se­­men­tara Jazuli Juwaini di­prediksi akan di­duetkan dengan Daenulhay. Se­be­lumnya Ja­zuli dikabarkan berpasangan dengan Zai­nuddin.
Rano Karno saat ini tercatat se­bagai wakil bupati Tangerang yang mendampingi bupati Ismet Iskandar. Sementara Irna Narulita Dimyati saat ini adalah anggota DPR dari PPP. Irna adalah istri man­tan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah yang kini menjadi anggota DPR RI dari PPP. Sedangkan Daenulhay adalah mantan Direktur Utama PT Krakatau Steel, Kota Cilegon.
Ke­pastian Atut tetap meng­gan­deng Rano diperoleh Radar Banten dari sumber yang mengi­kuti rapat koalisi kemarin. Kata sum­ber ini, parpol koalisi pe­ngu­sung Atut dapat menerima pen­calonan Rano Karno setelah sebelumnya pem­bahasan nama Rano Karno tidak tuntas pada Selasa (12/7) malam. Nama Rano mulai diterima oleh parpol koalisi kemarin. “Sudah di­pastikan Rano. Ini adalah pilihan terbaik,” kata sumber Radar Banten, Rabu (13/7).
Di tempat berbeda Sekretaris DPD Partai Golkar Banten Tb Iman Ariyadi membenarkan. “Su­dah final. Dan duet ini (Atut–Rano) sudah dapat diterima oleh parpol koalisi,” katanya.
Kata Iman, menjatuhkan pilih­an kepada Rano, karena Rano di­anggap dapat mendampingi Ratu Atut Chosiyah. Apalagi Rano me­miliki pengalaman di jalur bi­rokrasi sebagai wakil bupati Ta­ngerang. “Selain itu juga karena per­timbangan kewilayahan,” pung­kas Iman.
Sementara juru bicara tim suk­ses Bersatu Teruskan Pem­ba­ngu­­nan Banten, Iwan K Hamdan tidak menampik informasi ter­se­but. Kata Iwan, nama Rano Kar­­no memang menjadi pilihan ka­­rena memiliki elektabilitas besar. “Tapi lebih jelasnya, besok (hari ini-red). Sebab ada deklarasi pen­­calonan Ibu Atut,” kata Iwan. Usai deklarasi, Atut–Rano lang­sung mendaftar ke KPU Banten yang akan didampingi oleh par­pol koalisi dan para pendukung.
Sementara Wahidin Halim su­dah dipastikan akan meng­gan­deng Irna Narulita. Sumber Radar Banten yang dekat dengan Wa­hid­in Halim menyebutkan, nama Irna menjadi pilihan terbaik. “Ini adalah hasil proses politik yang panjang,” tandasnya.
Korwil Banten Partai Demokrat Ferrari Roemawi meng­ung­kap­kan, Wahidin Halim sudah pasti akan mendaftar ke KPU hari ini. Soal pendamping atau kandidat wakil, Ferrari menyatakan sudah 70 persen akan menyandingkan ang­gota DPR dari PPP Irna Na­ru­lita Dimyati. “Belum putus, ma­sih 70 persen. Tapi yang pasti, siang atau sore besok (hari in-red) kita daftar,” kata Ferrari saat menghubungi Radar Banten, ta­di malam.
Soal kepengurusan Partai De­mo­krat Banten, Ferrari me­nya­takan sudah selesai. Meski de­mikian, ia enggan meng­ung­kap­kan struktur secara terperinci. “Demokrat sudah beres semua. Pe­ngurus sudah 90 persen ram­pung, tinggal menunggu Ketum Demokrat (Anas Urbaningrum-red) pulang dari Surabaya malam ini (tadi malam-red),” ujarnya.
Irna Narulita Dimyati saat di­hubungi melalui telepon geng­gam tak menjawab. Meski demikian, Dimyati Natakusumah me­nyatakan, peluang Wahidin Halim cukup terbuka meng­gandeng Irna. “Soal tawaran dari WH bisa saja terjadi, tapi hingga saat ini belum ada komunikasi,” kata Dimyati saat dihubungi Radar Banten tadi malam, sekira pukul 20.45 WIB.
Mengenai DPW PPP Banten yang sudah berkoalisi dengan PKS mengusung Jazuli–Dae­nulhay, sementara Irna adalah fung­sionaris PPP malah men­dampingi WH di Pilgub Banten. Dimyati menya­takan tak masalah dan tak akan me­nuai konflik PPP. “Tidak ma­salah, yang pen­ting PPP tetap satu. Kecuali PPP mengusung kandidat gubernur, kami semua harus bulat,” tegasnya.
Anggota KPU Banten Lukman Ha­kim mengatakan, masa pen­daftaran akan ditutup hari ini hingga pukul 24.00 WIB. “Me­lebihi batas waktu itu, kami tidak dapat mene­rima pendaftaran lagi,” ujarnya.

PKS
Untuk mematangkan pen­ca­lonan Jazuli Juwaini, pengurus DPW PKS melakukan koordinasi de­ngan DPP PKS di Jakarta. Ke­marin, Radar Banten memergoki rom­bongan DPW PKS dan Jazuli ber­temu dengan Sekjen DPP PKS Anis Matta di gedung Nu­santara III DPR. Rombongan di­pimpin oleh Irfan Maulidi (Ke­tua DPW PKS Banten) didam­pingi Miptahuddin (Wakil Ketua DPW PKS), Bonie Mufizar (Sek­re­taris DPW PKS), Budi Prajogo (Bendahara DPW PKS), dan Sau­katuddin (Ketua Bidang Ka­derisasi DPW PKS Banten).
Menurut Irfan, pertemuan de­ngan Anis untuk melaporkan per­kembang bahwa PKS Banten sudah mantap melangkah di Pilgub Banten berkoalisi dengan PPP, PBR, dan PKNU. “Kita sudah bulat mengusung Pak Jazuli se­bagai kandidat calon gubernur. Untuk nama kandidat wakil gubernur, kami dengan PPP juga su­dah sepakat ke satu nama,” te­gasnya.
Meski demikian, tiga nama yang selama ini disebut-sebut yak­ni Ketua DPW PPP Banten Mard­iono, Bendahara DPW PPP Ban­ten Zainuddin, dan anggota Fraksi PPP DPR Irna Narulita, ter­nyata bukan yang terpilih. Irfan mengisyaratkan kebenaran bah­wa nama yang dipilih untuk men­dampingi Jazuli bukan dari ketiga nama tersebut. “Tunggu saja besok (hari ini-red),” ujarnya.
Zainuddin santer terdengar dan sudah disampaikan Mar­dio­no akan mendampingi Jazuli. Meski demikian, Irfan me­nya­takan bahwa kandidat wakil gu­bernur yang terpilih bukan Zainuddin. “Insya Allah bukan itu (Zainuddin-red). Tunggu saja, kita akan buat gebrakan be­sok. Pastinya, yang terpilih ada­lah orang dekat Pak Mar­diono,” ujarnya.
Menurut informasi yang di­him­pun Radar Banten, orang de­kat Mardiono tersebut adalah Dae­nulhay, mantan Direktur Utama PT Krakatau Steel. Terkait hal ini, Miptahuddin enggan berbicara banyak. “Tunggu saja besok (hari ini-red),” ujarnya.
Disinggung nama Daenulhay sudah santer terdengar di ka­langan wartawan akan men­dam­pingi Jazuli, Miptah men­jawab singkat. “Belum final, nanti khawatir berubah lagi,” ujarnya.
Sementara itu, kemungkinan koa­lisi antara PKS dengan De­mokrat sudah tertutup. Jazuli me­­nyatakan bahwa dirinya eng­gan berdampingan dengan Ketua DPD Partai Demokrat Banten Wahidin Halim di Pilgub Banten. “Kita sudah siap berperang ber­sama koalisi yang dibangun ber­sama PPP. Tidak ada lagi koalisi dengan Demokrat karena PKS sejak awal sudah berjuang mengu­sung kandidat gubernur. Ketika kami sudah berjuang, tak bisa diinjak begitu saja,” tegasnya.
Sekjen PKS Anis Matta mene­gaskan bahwa DPP PKS sudah bulat mengusung Jazuli Juwaini sebagai kandidat gubernur. “Kita sudah sepakat, tak bisa berubah,” tegasnya singkat.
DPP PPP menyatakan bahwa koa­lisi di Pilgub Banten diserah­kan secara penuh kepada DPW PPP Banten sesuai AD/ART yang ditetap dalam Muktamar PPP di Bandung. “Pak Mardiono mem­­punyai wewenang penuh me­lakukan koalisi dan memilih nama yang akan diusung sebagai kan­didat gubernur dan wakil gu­bernur. DPP hanya mem­berikan rekomendasi,” kata Kor­wil PPP Banten, Emron Pangkapi. (dai-run/alt/ndu)

Beri komentar


Security code
Refresh


Komentar Terakhir