Kejutan di Akhir Pendaftaran
Kamis, 14 Juli 2011 | 10:42 WIB
SERANG - Sehari menjelang masa berakhirnya pendaftaran bakal calon gubernur/wakil gubernur di KPU Banten, kemarin (13/7), masing-masing kandidat gubernur mulai mematangkan pencalonan mereka. Apabila sebelumnya, Ratu Atut Chosiyah, Wahidin Halim, dan Jazuli Juwaini belum menemukan pendampingnya, kemarin mereka sudah mulai menemukan pendamping.
Namun yang mengejutkan, muncul dua nama baru sebagai kandidat wakil gubernur. Keduanya adalah Irna Narulita Dimyati dan Daenulhay. Sementara sejumlah nama yang sebelumnya santer akan menjadi kandidat wakil gubernur, seperti Mulyadi Jayabaya, Zainuddin, dan Rhoma Irama, ternyata batal diusung.
Informasi yang dihimpun Radar Banten sepanjang seharian kemarin menyebutkan bahwa petahana (incumbent) Ratu Atut Chosiyah dipastikan tetap akan berpasangan dengan Rano Karno. Wahidin Halim yang sebelumnya kesulitan menemukan pendamping, kemungkinan besar akan berpasangan dengan Irna Narulita Dimyati. Sementara Jazuli Juwaini diprediksi akan diduetkan dengan Daenulhay. Sebelumnya Jazuli dikabarkan berpasangan dengan Zainuddin.
Rano Karno saat ini tercatat sebagai wakil bupati Tangerang yang mendampingi bupati Ismet Iskandar. Sementara Irna Narulita Dimyati saat ini adalah anggota DPR dari PPP. Irna adalah istri mantan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah yang kini menjadi anggota DPR RI dari PPP. Sedangkan Daenulhay adalah mantan Direktur Utama PT Krakatau Steel, Kota Cilegon.
Kepastian Atut tetap menggandeng Rano diperoleh Radar Banten dari sumber yang mengikuti rapat koalisi kemarin. Kata sumber ini, parpol koalisi pengusung Atut dapat menerima pencalonan Rano Karno setelah sebelumnya pembahasan nama Rano Karno tidak tuntas pada Selasa (12/7) malam. Nama Rano mulai diterima oleh parpol koalisi kemarin. “Sudah dipastikan Rano. Ini adalah pilihan terbaik,” kata sumber Radar Banten, Rabu (13/7).
Di tempat berbeda Sekretaris DPD Partai Golkar Banten Tb Iman Ariyadi membenarkan. “Sudah final. Dan duet ini (Atut–Rano) sudah dapat diterima oleh parpol koalisi,” katanya.
Kata Iman, menjatuhkan pilihan kepada Rano, karena Rano dianggap dapat mendampingi Ratu Atut Chosiyah. Apalagi Rano memiliki pengalaman di jalur birokrasi sebagai wakil bupati Tangerang. “Selain itu juga karena pertimbangan kewilayahan,” pungkas Iman.
Sementara juru bicara tim sukses Bersatu Teruskan Pembangunan Banten, Iwan K Hamdan tidak menampik informasi tersebut. Kata Iwan, nama Rano Karno memang menjadi pilihan karena memiliki elektabilitas besar. “Tapi lebih jelasnya, besok (hari ini-red). Sebab ada deklarasi pencalonan Ibu Atut,” kata Iwan. Usai deklarasi, Atut–Rano langsung mendaftar ke KPU Banten yang akan didampingi oleh parpol koalisi dan para pendukung.
Sementara Wahidin Halim sudah dipastikan akan menggandeng Irna Narulita. Sumber Radar Banten yang dekat dengan Wahidin Halim menyebutkan, nama Irna menjadi pilihan terbaik. “Ini adalah hasil proses politik yang panjang,” tandasnya.
Korwil Banten Partai Demokrat Ferrari Roemawi mengungkapkan, Wahidin Halim sudah pasti akan mendaftar ke KPU hari ini. Soal pendamping atau kandidat wakil, Ferrari menyatakan sudah 70 persen akan menyandingkan anggota DPR dari PPP Irna Narulita Dimyati. “Belum putus, masih 70 persen. Tapi yang pasti, siang atau sore besok (hari in-red) kita daftar,” kata Ferrari saat menghubungi Radar Banten, tadi malam.
Soal kepengurusan Partai Demokrat Banten, Ferrari menyatakan sudah selesai. Meski demikian, ia enggan mengungkapkan struktur secara terperinci. “Demokrat sudah beres semua. Pengurus sudah 90 persen rampung, tinggal menunggu Ketum Demokrat (Anas Urbaningrum-red) pulang dari Surabaya malam ini (tadi malam-red),” ujarnya.
Irna Narulita Dimyati saat dihubungi melalui telepon genggam tak menjawab. Meski demikian, Dimyati Natakusumah menyatakan, peluang Wahidin Halim cukup terbuka menggandeng Irna. “Soal tawaran dari WH bisa saja terjadi, tapi hingga saat ini belum ada komunikasi,” kata Dimyati saat dihubungi Radar Banten tadi malam, sekira pukul 20.45 WIB.
Mengenai DPW PPP Banten yang sudah berkoalisi dengan PKS mengusung Jazuli–Daenulhay, sementara Irna adalah fungsionaris PPP malah mendampingi WH di Pilgub Banten. Dimyati menyatakan tak masalah dan tak akan menuai konflik PPP. “Tidak masalah, yang penting PPP tetap satu. Kecuali PPP mengusung kandidat gubernur, kami semua harus bulat,” tegasnya.
Anggota KPU Banten Lukman Hakim mengatakan, masa pendaftaran akan ditutup hari ini hingga pukul 24.00 WIB. “Melebihi batas waktu itu, kami tidak dapat menerima pendaftaran lagi,” ujarnya.
PKS
Untuk mematangkan pencalonan Jazuli Juwaini, pengurus DPW PKS melakukan koordinasi dengan DPP PKS di Jakarta. Kemarin, Radar Banten memergoki rombongan DPW PKS dan Jazuli bertemu dengan Sekjen DPP PKS Anis Matta di gedung Nusantara III DPR. Rombongan dipimpin oleh Irfan Maulidi (Ketua DPW PKS Banten) didampingi Miptahuddin (Wakil Ketua DPW PKS), Bonie Mufizar (Sekretaris DPW PKS), Budi Prajogo (Bendahara DPW PKS), dan Saukatuddin (Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Banten).
Menurut Irfan, pertemuan dengan Anis untuk melaporkan perkembang bahwa PKS Banten sudah mantap melangkah di Pilgub Banten berkoalisi dengan PPP, PBR, dan PKNU. “Kita sudah bulat mengusung Pak Jazuli sebagai kandidat calon gubernur. Untuk nama kandidat wakil gubernur, kami dengan PPP juga sudah sepakat ke satu nama,” tegasnya.
Meski demikian, tiga nama yang selama ini disebut-sebut yakni Ketua DPW PPP Banten Mardiono, Bendahara DPW PPP Banten Zainuddin, dan anggota Fraksi PPP DPR Irna Narulita, ternyata bukan yang terpilih. Irfan mengisyaratkan kebenaran bahwa nama yang dipilih untuk mendampingi Jazuli bukan dari ketiga nama tersebut. “Tunggu saja besok (hari ini-red),” ujarnya.
Zainuddin santer terdengar dan sudah disampaikan Mardiono akan mendampingi Jazuli. Meski demikian, Irfan menyatakan bahwa kandidat wakil gubernur yang terpilih bukan Zainuddin. “Insya Allah bukan itu (Zainuddin-red). Tunggu saja, kita akan buat gebrakan besok. Pastinya, yang terpilih adalah orang dekat Pak Mardiono,” ujarnya.
Menurut informasi yang dihimpun Radar Banten, orang dekat Mardiono tersebut adalah Daenulhay, mantan Direktur Utama PT Krakatau Steel. Terkait hal ini, Miptahuddin enggan berbicara banyak. “Tunggu saja besok (hari ini-red),” ujarnya.
Disinggung nama Daenulhay sudah santer terdengar di kalangan wartawan akan mendampingi Jazuli, Miptah menjawab singkat. “Belum final, nanti khawatir berubah lagi,” ujarnya.
Sementara itu, kemungkinan koalisi antara PKS dengan Demokrat sudah tertutup. Jazuli menyatakan bahwa dirinya enggan berdampingan dengan Ketua DPD Partai Demokrat Banten Wahidin Halim di Pilgub Banten. “Kita sudah siap berperang bersama koalisi yang dibangun bersama PPP. Tidak ada lagi koalisi dengan Demokrat karena PKS sejak awal sudah berjuang mengusung kandidat gubernur. Ketika kami sudah berjuang, tak bisa diinjak begitu saja,” tegasnya.
Sekjen PKS Anis Matta menegaskan bahwa DPP PKS sudah bulat mengusung Jazuli Juwaini sebagai kandidat gubernur. “Kita sudah sepakat, tak bisa berubah,” tegasnya singkat.
DPP PPP menyatakan bahwa koalisi di Pilgub Banten diserahkan secara penuh kepada DPW PPP Banten sesuai AD/ART yang ditetap dalam Muktamar PPP di Bandung. “Pak Mardiono mempunyai wewenang penuh melakukan koalisi dan memilih nama yang akan diusung sebagai kandidat gubernur dan wakil gubernur. DPP hanya memberikan rekomendasi,” kata Korwil PPP Banten, Emron Pangkapi. (dai-run/alt/ndu)