Menunggu Nasib Anas
Jumat, 03 Februari 2012 | 09:36 WIB

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad kembali mengeluarkan sinyal misterius. Sore kemarin (2/2), tiba-tiba orang nomor satu di lembaga antikorupsi tersebut mendatangi ruang wartawan di gedung KPK. Dia lantas menegaskan bahwa siang ini, Rabu (3/2), dirinya akan menggelar jumpa pers untuk mengumumkan sesuatu yang baru.
“Tunggu saja besok (hari ini-red) pukul 14.00. Ada yang bagus,” kata Abraham di depan wartawan. Namun dia enggan menerangkan lebih lanjut apakah hari ini KPK akan mengumumkan adanya tersangka baru. Pria yang dikenal sebagai aktivis antikorupsi di Makassar ini hanya meminta agar wartawan bersabar menunggu waktu.
Memang diduga kuat Abraham bakal mengumumkan tersangka baru terkait kasus-kasus yang sedang ditangani. Sebab, hal serupa pernah dilakukan Abraham sehari sebelum mengumumkan Miranda Goeltom sebagai tersangka kasus suap pemilihan cek perjalanan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI). Kala itu pada Rabu (26/1), Abraham menemui wartawan dan mengatakan bahwa keesokan harinya KPK akan menggelar jumpa pers untuk mengumumkan hal yang baru.
Hal tersebut juga semakin mengerucut mengingat belakangan ini persidangan dengan terdakwa Muhammad Nazaruddin telah terungkap jelas nama-nama yang ikut menikmati aliran dana proyek wisma atlet. Beberapa di antaranya adalah Angelina Sondakh, I Wayan Koster, Andi Mallarangeng, dan Anas Urbaningrum.
Apalagi saat ini posisi Anas sendiri semakin menghangat dan kondisi internal Partai Demokrat semakin memanas. Namun saat kembali ditanya apakah jumpa pers hari ini (Rabu, 3/2) berkaitan dengan kasus wisma atlet, Abraham hanya mengatakan, “Kalau diungkap sekarang tidak seru.”
Terpisah, pimpinan KPK lainnya Busyro Muqoddas saat dihubungi para wartawan melalui pesan singkat menegaskan bahwa KPK selama ini tetap terus memantau dengan teliti kasus wisma atlet. Bahkan dia menjelaskan, kasus ini telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. “Kasus ini sejak periode II sudah ditelusuri dan dikonstruksikan. Hasilnya ada perkembangan terkait sejumlah pihak, person, dan perusahaan,” jawab Busyro lewat pesan singkatnya.
Dia lantas menegaskan bahwa KPK tidak akan tebang pilih dan membeda-bedakan penanganan kasus kepada siapapun. Pokoknya, kata dia, apabila memang ada keterlibatan sejumlah pihak dan didukung dengan bukti-bukti kuat maka prinsip persamaan di depan hukum akan diprioritaskan.
Namun saat disinggung siapa person dan perusahaan tersebut, Busyro langsung bungkam dan tidak menerangkan lebih lanjut. Yang jelas pihaknya akan menindak tegas jika ada yang terbukti bersalah.
Sementara itu, sinyal akan adanya tersangka baru juga menguat ketika aktivis Laskar Anti Korupsi Pejuang ‘45 dan Politisi Gerindra Permadi mengatakan bahwa Abraham Samad dalam waktu dekat akan mengumumkan tersangka baru. Ya, kemarin Permadi beserta beberapa aktivis organisasi tersebut datang ke gedung KPK dan melakukan audiensi dengan Abraham. “Dia (Abraham) mengatakan bahwa akan ada tersangka baru (kasus wisma atlet). Itu serius,” kata Permadi saat ditemui wartawan seusai melakukan audiensi. Permadi pun menyambut baik langkah KPK yang berjanji akan menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut.
Menurut Permadi, saat menemuinya, Abraham mengatakan bahwa dirinya tidak akan takut kepada siapapun yang akan menghalang-halangi proses hukum dalam kasus wisma atlet. Termasuk bila ada internal KPK yang mencoba menghalanginya.
Permadi pun berharap agar orang yang ditetapkan sebagai tersangka baru adalah orang-orang yang selama ini namanya disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut. Misalnya Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, dan Andi Mallarangeng. (jpnn/alt/zen)
Beri komentar