Pimpinan Curanmor Lampung-Aceh Ditembak
Kamis, 02 Februari 2012 | 09:59 WIB
TIGARKSA - Satreskrim Polres Metro Tangerang Kabupaten kembali menggulung komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pimpinan penjahat bersenjata api yang dikenal dengan sebutan kelompok Lampung-Aceh ini ditembak. Polisi menyarangkan timah panas di tubuh dan kaki Herman (27).
Herman merupakan residivis curanmor yang telah berulang kali keluar masuk penjara. Dia ditembak karena berusaha melarikan diri dan merebut senjata polisi. “Anggota kami terpaksa menembaknya karena berusaha kabur dan melawan saat dilakukan penangkapan,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Tangerang Kabupaten Kompol Shinto Silitonga.
Dia mengatakan, hasil penyelidikan diketahui bahwa kelompok Herman mempunyai daerah kejahatan wilayah Kabupaten Tangerang seperti Kecamatan Kresek, Cikupa, Pasar Kemis, dan Curug serta Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. “Dari keterangan yang kami miliki setidaknya Herman dan kelompoknya kerap melakukan aksinya di wilayah Tangerang. Bahkan dari catatan kami, setidaknya ada 34 laporan,” terang Shinto.
Dari keterangan saksi, Herman juga dikenal sebagai pelaku curanmor yang kerap menembak korbannya. Salah satunya Denis (25) yang ditembak di depan Klinik Ananta, Jalan Raya Ceger Nomor 88, RT 02/05, Kelurahan Jurang Mangu, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Selasa (17/1) malam. “Walau saat ditangkap tidak ditemukan senjata api, namun mereka kerap menggunakan senjata api dalam setiap aksinya dan sangat sadis. Senjata api tersebut kebetulan sedang di tangan tersangka lain yang saat ini sedang kami kejar,” beber Shinto.
Selain menembak Herman, sebelumnya polisi menangkap 4 kawanan Herman. Yakni Rusdi (24), Ridwan (25), Julian (19), dan Mardiansyah (19) di sebuah kontarakan di bilangan Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Dalam penggerebekan itu tiga tersangka bernama Rusdi, Ridwan, dan Julian ditembak kakinya karena berupaya kabur serta melawan polisi.
Diungkapkan Shinto, hasil kejahatan kelompok Lampung-Aceh ini dijual ke daerah Kabupaten Pandeglang dengan harga Rp 2 juta. (mg-19/don/zen/del)
Beri komentar