Nusantara

KPK Diminta Tetapkan Tersangka

News image

JAKARTA - Rapat antara Tim Pengawas (Timwas) Century DPR dan ...

Hukum | Kamis, 2 Februari 2012 | Klik: 164 | Komentar

Baca

Premium Bakal Naik

News image

JAKARTA - Kementerian Ener­gi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengkaji beberapa ...

Politik | Selasa, 31 Januari 2012 | Klik: 218 | Komentar

Baca

Politisasi PNS Semakin Parah

JAKARTA - Anggota Komisi II DPR, Yan Herizal, meminta Menteri ...

Politik | Selasa, 31 Januari 2012 | Klik: 269 | Komentar

Baca


Pimpinan Curanmor Lampung-Aceh Ditembak

TIGARKSA - Satreskrim Polres Metro Tangerang Kabupaten kem­bali menggulung komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pimpinan penjahat bersenjata api yang dikenal dengan sebutan kelom­pok Lampung-Aceh ini ditem­bak. Polisi menyarangkan timah panas di tubuh dan kaki Herman (27).
Herman merupakan residivis curanmor yang telah berulang kali keluar masuk penjara. Dia ditembak karena berusaha me­larikan diri dan merebut senjata polisi. “Anggota kami terpaksa menembaknya karena berusaha kabur dan melawan saat dilaku­kan penangkapan,” ujar Kasat­res­krim Polres Metro Tangerang Ka­bupaten Kompol Shinto Silitonga.
Dia mengatakan, hasil pe­nyelidikan diketahui bahwa ke­lom­pok Herman mempunyai daerah kejahatan wilayah Ka­bupaten Tangerang seperti Ke­­camatan Kresek, Cikupa, Pa­sar Kemis, dan Curug serta Ke­ca­matan Pondok Aren, Kota Ta­­ngerang Selatan. “Dari ke­te­rangan yang kami miliki se­tidaknya Herman dan kelompok­nya kerap melakukan aksinya di wilayah Tangerang. Bahkan dari catatan kami, setidaknya ada 34 laporan,” terang Shinto.
Dari keterangan saksi, Herman juga dikenal sebagai pelaku curan­mor yang kerap menem­bak korbannya. Salah satunya Denis (25) yang ditembak di depan Klinik Ananta, Jalan Raya Ceger Nomor 88, RT 02/05, Kelurahan Jurang Mangu, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Selasa (17/1) malam. “Walau saat ditangkap tidak ditemukan senjata api, namun mereka kerap menggunakan sen­jata api dalam setiap aksinya dan sangat sadis. Senjata api tersebut kebetulan sedang di tangan ter­sang­ka lain yang saat ini sedang kami kejar,” beber Shinto.
Selain menembak Herman, se­belumnya polisi menangkap 4 kawanan Herman. Yakni Rusdi (24), Ridwan (25), Julian (19), dan Mardiansyah (19) di sebuah kon­tarakan di bilangan Ke­camatan Cikupa, Kabupaten Tange­­rang. Dalam peng­gerebek­an itu tiga tersangka bernama Rus­di, Ridwan, dan Julian di­tem­bak kakinya karena berupaya kabur serta melawan polisi.
Diungkapkan Shinto, hasil kejahatan kelompok Lampung-Aceh ini dijual ke daerah Kabu­paten Pandeglang dengan harga Rp 2 juta. (mg-19/don/zen/del)

Beri komentar


Security code
Refresh


Komentar Terakhir