Penipu Ngaku Wartawan Trans 7
Kamis, 02 Februari 2012 | 09:59 WIB
PAMULANG - Penipu yang mengaku wartawan Trans 7 ditangkap Polsek Pamulang pada Jumat (27/1). Tersangka bernama Ignatius Roy M (20), asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Ditangkap ketika menjalankan aksi penipuan di Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
Kapolsek Pamulang Kompol Zulkifli Muridu mengatakan, penipuan dilakukan dengan cara tersangka mengajak kerja sama pihak universitas untuk menggelar seminar. Roy juga menjanjikan mahasiswa Universitas Pamulang untuk bekerja di Trans 7.
Namun, salah satu mahasiswi bernama Dea Annisa curiga dengan gerak-gerik terrsangka. Karena itu, dia melaporkan Roy yang mengenakan seragam dan kartu identitas Trans 7 palsu ke Polsek Pamulang. Tidak lama polisi meringkus Roy di dalam kampus.
Menurut Zulkifli, tersangka mengenakan baju hitam dengan logo Trans 7 di dada dan logo Trans Corp di lengan kiri dan kanan. Tersangka juga memiliki ID card Trans 7 palsu. “Pelaku berencana melakukan seminar dan membentuk organisasi di kampus,” ungkapnya saat gelar perkara di Mapolsek, Rabu (1/2).
Tersangka Roy merupakan alumni salah satu sekolah tinggi informasi di Salemba, Jakarta Pusat, tahun 2010 dengan gelas A.Md. Dengan janji kerja di Trans 7, tersangka mengincar mahasiswa untuk menjadi korbannya. “Apabila seminar itu berhasil, mahasiswa akan mendapatkan fee. Dan menjanjikan mahasiswa bisa dipekerjakan di Trans 7,” terang Zulkifli.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 263 jo Pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan dan pemalsuan, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. “Kami masih lakukan pendalaman kasus ini. Pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksinya,” katanya.
Ditambahkan Kanitreskrim Polsek Pamulang AKP Didik Putra Kuncoro, Roy dinyatakan sebagai wartawan Trans 7 gadungan setelah pihaknya berkoordinasi dengan HRD Trans 7. “Kami sudah kroscek ke perusahaan. Nama pelaku tidak terdaftar,” ujarnya.
Dari keterngan Roy, baju hitam dengan logo Trans 7 dan Trans Corp itu dia beli di daerah Pasar Senen, Jakarta Pusat. ID card, dia cetak sendiri. Pengakuan sebagai wartawan itu untuk memuluskan aksi kejahatannya. “Semuanya atas inisiatif saya dan saya yang desain ID card. Rencananya saya mau bikin seminar dengan memungut biaya Rp 20 ribu hingga Rp 400 ribu dari mahasiswa,” tutur Roy. (riz/don/zen/del)
Beri komentar