( google.com )

BOS Belum Cair, Madrasah Terjerat Utang

  Editor : 

 

JAWILAN – Sejumlah pengelola madrasah terpaksa utang karena dana bantuan operasional sekolah (BOS) madrasah belum dicairkan. Sudah lima bulan dana BOS madrasah belum cair sehingga operasioal madrasah terganggu.

Koordinator Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) Kecamatan Jawilan Bustomi mengatakan, jika hingga tanggal 20 Mei 2013 tidak ada kejelasan mengenai pencairan dana BOS, sejumlah guru madrasah mengancam akan melakukan aksi demonstrasi ke Kementerian Agama (Kemenag) Banten. Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan para guru terhadap manajemen pengelolaan dana BOS. “Untuk menutupi biaya operasional madrasah, kami terpaksa mencari pinjaman ke mana-mana. Kondisi tersebut tentu saja cukup memprihatinkan,” kata Bustomi, Rabu (15/5).

Katanya, dalam petunjuk teknis (juknis) pencairan BOS, dana BOS harus dicairkan tiga bulan sekali dan pencairannya dilakukan pada 15 hari bulan pertama.

“Mestinya sebelum 15 Januari 2013 dana BOS Madrasah sudah dicairkan. Tapi kenyataannya sampai pertengahan Mei, BOS madrasah belum cair,”ujarnya.

Dia juga menyesalkan sikap dari Kemenag yang tidak pernah memberikan informasi akurat mengenai pencairan dana BOS. Ketika ditanyakan, mereka hanya meminta kepada pengelola madrasah untuk bersabar dan menunggu. “Kita hanya diminta menunggu padahal saya selalu mendapat pertanyaan dari teman-teman kepala madrasah tentang kapan pencairan BOS dilakukan,” katanya.

Dihubungi sebelumnya, Kepala Kemenag Kabupaten Serang Iskandar Bunyamin membenarkan bahwa dana BOS madrasah belum cair. Dana BOS masih dibintangi di pusat sehingga tidak bisa dicairkan. “Masalah ini murni karena persoalan di pusat,” ungkapnya. (MASTUR)


Tag : BOS Madrasah