#

Bakal Calon Walikota Serang Diprediksi Hanya Tiga

Editor : Aas Arbi

SERANG - Akademisi dan pengamat sosial IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Suhaedi memprediksi bakal calon (balon) Walikota pada Pilkada September mendatang diprediksi hanya akan ada 3 pasang calon. Sebanyak 2 pasang calon berasal dari partai politik, sementara satu lagi dari jalur perseorangan.

"Saya prediksi dua dari parpol satu dari independen," kata Suhaedi. Menurutnya, dua orang bakal calon dari jalur parpol itu adalah Tb Haerul Jaman (Walikota Serang) dan Wahyudin Djahidi. Jaman sudah positif dijagokan DPD Golkar yang memiliki kursi cukup untuk mengusung, meski sendirian. Apalagi sejumlah parpol juga sudah merapat ke Jaman, sehingga semakin besar peluang ia maju.

Sementara Wahyudin juga sudah diusung sejumlah parpol dan memiliki kursi cukup untuk maju. Meski demikian, Suhaedi tidak bisa menyebutkan siapa dari jalur independen yang akan lolos, dari tiga pasangan calon yang menyerahkan bukti dukungan ke KPU Kota Serang. Adapun ketiga pasangan balon walikota dari jalur independen adalah Asep Fadli dan Purwo Rubiono, Tb. Delly Suhendar dan Agus Wahyu Wardhana, serta Agus Irawan Hasbulloh dan Harto.

Di Kota Serang, lanjut dia, keberadaan parpol masih dinilai lebih efektif. Sebab, parpol memiliki modal basis massa riil sehingga persentuhannya terhadap pemilih akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan independen. Kecuali balon independen yang ada merupakan tokoh alternatif yang sangat berpengaruh, sehingga tingkat pemilih juga akan jauh lebih besar dan riil. "Kalau tokoh berpengaruh itu merupakan representasi publik, maka tanpa parpol juga bisa menang," ujarnya.

Suhaedi memperkirakan PKS akan membuat gebrakan pada akhir-akhir waktu dengan melakukan pengusungan sendiri. (TOHIR)

Tags: Pilkada Kota Serang

 
Tinggalkan komentar

Berita Terkait

1 Komentar

  • Photo

    tajudin

    berapapun jumlah nya,siapapun pemenang nya yg saya inginkan hanyalah pemimpin yang peduli terhadap rakyat nya.saya tidak mau akan janji-janji,saya muak akan janji-janji,saya bosan akan janji-janji tapi tidak ada aplikasi.padahal klo mengutip firman allah kita harus patuh kepada allah,rosul dan pemimpin,akan tetapi pemimpin yang mana dan seperti apa yang harus saya taati dan patuhi,karna jika kita melihat fenomena yang terjadi banyak yang lebih mementingkan pribadi dari pada golongan/hajat orang banyak.dan jika kita menanyakan kepada masyarakat banyak yang tidak mengetahui pemimpin nya siapa dan dari mana,dan sebalik nya pemimpin tidak tau dan tidak mau tau kondisi rakyat nya.masya allah summa na'udzubilah. "wahai pemimpin ingatlah jabatan mu amanat,maka janganlah engkau khianati akan amanat yang telah engkau emban,semua itu hanyalah titipan hakekat nya akan di kembalikan pada pemiliknya,janganlah engkau sombong berdiri di muka bumi ini semua itu akan di pertanggung jawabkan kelak.suara rakyat suara tuhan'' dan saya meminta,memohon dan mendo'akan mudah2an pilkada yang akan datang dia yang menjabat atau memimpin seorang yang benar-benar memimpin yang peduli terhadap rakyat nya,memikirkan harkat martatabat orang banyak.saya sebagai pribumi banten tidak ikhlas dan tidak ridho banten jatuh pada orang yang salah. akhiru kalam wassalm wr,wb.

    reply

Tuliskan Komentar Anda

(Wajib Diisi)
(Wajib Diisi)