Lumpur Bendung Pamarayan Belum Dikeruk

  Editor :  Krisna Widi Aria

 

CIKEUSAL – Sedimen lumpur di areal Bendung Pamarayan sampai saat ini belum dikeruk Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung dan Cidurian (BBWSC3). Akibatnya, lumpur tampak hingga permukaan air dan membentuk sebuah daratan yang biasa dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam ketika musim kemarau tiba.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Bendung Pamarayan Hermanto mengatakan, sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai pengerukan lumpur di areal Bendung Pamarayan. Jika dibiarkan terus dikhawatirkan akan membahayakan bagi kontruksi bendungan tersebut.

“Masyarakat dan pengelola Bendung Pamarayan sudah mengusulkan pengerukan lumpur di Bendung Pamarayan. Namun, kenyataannya sampai sekarang belum direspons,” kata Hermanto, Selasa (21/5).

Hermanto menyatakan, kondisi lumpur di Bendung Pamarayan sudah diketahui Menteri Pekerjaan Umum (PU). Saat banjir besar awal Januari lalu, Menteri PU Joko Kirmanto meninjau langsung Bendung Pamarayan dan memerintahkan BBWSC3 melakukan pengerukan lumpur di sana. “Mudah-mudahan, pengerukan lumpur secepatnya dilakukan,” harapnya.

Hermanto mengungkap, pengerukan lumpur harus menggunakan kapal pengeruk lumpur. Jika hanya menggunakan alat berat maka hasilnya tidak akan optimal. “Harus menggunakan kapal pengeruk, karena sedimen lumpur di Bendung Pamarayan cukup tebal,” jelasnya.

Dia menginformasikan, saat ini debit air di Bendung Pamarayan masih normal. Distribusi air ke saluran irigasi juga masih normal. “Belum ada penyusutan debit air di Bendung Pamarayan, karena sekarang masih turun hujan,” terangnya.(Mastur)***


Tag : Bendung Pamarayan