10 Bakal Caleg Banten Tak Masuk DCS

  Editor :  Aas Arbi

 

SERANG   – Sebanyak 10 bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Banten tidak masuk daftar calon sementara (DCS)  karena tidak melengkapi persyaratan administrasi dan ada yang masih di bawah umur.

Divisi Teknis Penyelenggara KPU Banten Syaeful Bahri mengatakan sejak dibukanya tahapan pendaftaran bacaleg DPRD Banten pada 15-22 April lalu, jumlah bacaleg yang tercatat di KPU Banten sebanyak 901 bacaleg.  Namun, dari 901 bacaleg tersebut pada 22 Mei  ke-12 partai politik tersebut melakukan perbaikan. Sehingga, jumlah bacaleg bertambah menjadi 929 orang. “Setelah kita lakukan verifikasi terhadap ke 929 bacaleg, ternyata ada 10 orang tidak memenuhi syarat sehingga tidak bisa masuk DCS,” kata Syaeful saat menghadiri rapat koordinasi penyusunan dan penetapan DCS anggota DPRD Banten, di Hotel D’Gria, Kota Serang, Rabu, (12/6/2013).

 
Dikatakan, ke-919 bacaleg tersebut terdiri atas 579 laki-laki dan 340 perempuan. 10 bacaleg yang tidak masuk DCS terdiri atas tujuh laki-laki dan tiga  perempuan. Penyebabnya, antara lain masih di bawah umur. Misalnya, Kiki Syakinatul Kirom nomor urut sembilan di dapil empat dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Abdul Rouf nomor urut dua di dapil Banten empat dari PKB. “Kemudian, ada enam bacaleg tidak melengkapi administrasi, seperti tidak ada ijazah, surat kesehatan, surat keterangan pemilih,” katanya.

Syaeful menerangkan, keenam bacaleg itu adalah Sugeng nomor urut empat dari PAN di dapil Banten lima tidak dilengkapi ijazah dan surat kesehatan. Nike Yulia nomor urut enam di dapil Banten lima dari PDI Perjuangan tersangkut masalahnya administrasi karena ijazahnya tidak dilegalisir.

Kemudian, Bahrudin nomor sembilan dapil Banten empat dari PKB, tidak memiliki ijazah paket C karena keterangan masih akan mengikuti ujian. Mulya Ansorta Batubara, nomor urut tujug di dapil Banten tiga dari Partai Gerindra masalahnya tidak dilengkapi surat keterangan kesehatan, dan surat keterangan pemilih dari partai. Hayati Nufus nomor urut tujuh dapil Banten lima dari PBB, juga tidak dilengkapi dengan ijazah surat keterangan kesehatan, dan surat keterangan pemilih.  Hendra Mulya nomor umur empat dapil Banten enam dari Gerindra, masalahnya ijazah, dan surat kesehatan tidak ada.

Ada juga bacaleg yang masalahnya karena belum genap lima tahun dari keluar dari lembaga pemasyarakatan. Yakni atas nama Syamsudin nomor urut satu dari PBB di dapil Banten tiga. “Kemudian satu bacaleg mengundurukan diri atas nama R Wisnu Kurniananto nomor urut tujuh di dapil Banten lima dari PDI Perjuangan. Pengunduran dirinya sudah diketahui oleh partai yang bersangkutan,” ujarnya.

Syaeful menambahkan, dari 12 parpol yang mendaftar ke KPU Banten hanya tujuh partai yang semua bacaleg yang lolos dan masuk ke daam DCS. Ke tujuh parpol itu adalah partai NasDem, PKS, Golkar, Demokrat, PPP, Hanura, dan PKPI. “Sisa ada lima parpol yang bacalegnya dicoret. Yakni PKB, PBB, Gerindra, PDI Perjuangan, dan PAN,” katanya. (Aditya Ramadhan)


Tag : Pemilu 2014