Kuota 50 CPNS Cilegon Hanya untuk Guru

  Editor : 

 

CILEGON – Kuota 50 calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diberikan Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk Pemkot Cilegon, ternyata dikhususkan untuk guru. Pemkot pun meminta Kemenpan RB untuk fleksibel menyerahkan penentuan formasi itu kepada pemerintah daerah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Setda Pemkot Cilegon Mahmudin mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan kepada Kemenpan RB untuk mengubah kebijakan soal formasi CPNS. “Pada Rabu (24/7) lalu, kami kembali mendatangi Kemenpan RB untuk mempertanyakan masalah formasi ini, jawabannya belum ada,” kata Mahmudin, Kamis (25/7).

Menurutnya, Pemkot Cilegon bukan berarti tidak membutuhkan CPNS guru namun sebaiknya seluruh kuota tidak diberikan untuk guru melainkan dibagi dengan kebutuhan pegawai lain. “Kami juga kan masih membutuhkan tenaga teknis, tenaga medis, serta tenaga ahli lainnya. Kalau guru semua nanti yang lain kurang dong,” ungkapnya.

Anggota Komisi I DPRD Cilegon Rosyid Haerudin mendukung sikap BKD yang meminta Kemenpan RB bersikap fleksibel terhadap formasi CPNS. “Harus diakui, yang tahu persis kebutuhan pegawai di daerah adalah pemerintah daerah setempat. Kalau ditentukan untuk guru semua, jangan-jangan jumlah guru kita sudah lebih banyak,” kata politisi PKS Ini.

Menurutnya, kalau Kemenpan RB memaksakan kuota CPNS di Cilegon untuk guru, Komisi I meminta Pemkot memilah kembali guru apa saja yang paling dibutuhkan. “Menurut kami justru Pemkot sekarang butuh tenaga ahli tertentu seperti akuntan dan ahli perpajakan sebab selama ini masih banyak potensi pajak yang belum optimal karena kita kekurangah ahli di bidang itu,” jelasnya.(IBNU MARHAS)


Tag : CPNS