Berita Utama

  ( net )

Terbukti Langgar Kode Etik, DKPP Bekukan KPU Kota Tangerang

  Editor :  Krisna Widi Aria

 

JAKARTA - Dalam sidang putusan atas perkara dugaan pelanggaran kode etik, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Selasa (2/8) memutuskan, membekukan KPU Kota Tangerang. Pasalnya, komisioner KPU yaitu ketua, Syafril Elain, anggota, Munadi, Edy S Hafas dan Adang Suyitno, terbukti telah melanggar kode etik pada pelaksanaan tahapan Pilkada Kota Tangerang 2013.

Sidang yang berlangsung pukul 15.00 WIB dipimpin oleh Ketua majelis hakim, Jimly Asshiddiqie didampingi anggota majelis Saut H Sirait, Valina Singka dan Nelson Simanjuntak. DKPP memutuskan memberhentikan sementara ketua dan tiga anggota KPU Kota Tangerang sampai selesainya penetapan calon terpilih Pilkada Kota Tangerang 2013.

"Berdasarkan ketentuan Pasal 111 ayat (4) huruf c dan Pasal 112 ayat (11) Undang Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu, Keempat komisioner KPU Kota Tangerang terbukti melanggar kode etik dan sanksi yang diberikan sesuai dengan tingkat kesalahan para Teradu,” kata Jimly saat persidangan, Selasa (6/8).

Selain itu, pihaknya juga memerintahkan kepada KPU Provinsi Banten menindaklanjuti putusan ini dan mengambil alih pelaksanaan tahapan Pilkada Tangerang Tahun 2013. “Kami memerintahkan KPU Banten, memulihkan dan mengembalikan hak konstitusional dua pasangan bakal calon, Arief R Wismansyah-Sachrudin Ahmad, dan pasangan Marju Kodri (AMK)-Gatot Suprijanto, sebagai calon peserta Pilkada Kota Tangerang 2013, tanpa merugikan pasangan calon lain yang telah ditetapkan sebelumnya,” papar Jimly.

Menurut Jimly, berdasarkan ketentuan Pasal 112 ayat (12) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu, Putusan DKPP bersifat final dan mengikat. KPU dan jajarannya wajib melaksanakan amar putusan ini dan Bawaslu wajib mengawasi pelaksanaan keputusan tersebut. "Saya berharap keputusan ini dapat memenuhi rasa keadilan seluruh pihak,"pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, dalam tahapan Pilkada Kota Tangerang, KPU Kota Tangerang memutuskan pasangan bakal calon, AMK-Gatot tidak memenuhi syarat (TMS) dan gagal maju lantaran partai pendukungnya, yaitu Partai Hanura mengalihkan dukungannya kepada pasangan Harry Mulya Zein(HMZ)-Iskandar. Sedangkan pasangan Arief-Sachrudin dinyatakan TMS lantaran, KPU Kota Tangerang menerima pengaduan masyarakat terkait izin pendunduran diri Sachrudin sebagai Camat Pinang dari atasannya langsung, yaitu Walikota Tangerang, Wahidin Halim.

Penyelenggara Pilkada Kota Tangerang 2013 tersebut menyatakan bahwa, alasan pihaknya membuat keputusan  pasangan yang diusung Partai Demokrat (PD), PKB dan Gerindra tersebut gagal maju di ajang Pilkada Kota Tangerang, lantaran tidak adanya surat izin pemberhentian dari jabatan pegawai negeri Sachrudin, yang ditandatangani langsung oleh walikota.

Kedua pasang bakal calon tersebut kemudian melaporkan hal ini ke DKPP. Karena menilai bahwa keputusan yang dibuat KPU Kota Tangerang, cacat hukum serta menganggap, penyelenggara Pilkada Kota Tangerang 2013 tersebut, telah melakukan pelanggaran kode etik.(FEBY)****


Tag : Pilkada Kota Tangerang 2013

Site:

 

 

Radar Banten Group :

Radar Banten

Banten Raya

Tangerang Ekspres

Percetakan Radar

Baraya TV

Radar Arena

Radar Banten Promosindo

 

Redaksi

Info Iklan

Karir

Hubungi Kami

Peraturan

Copyright Radar Banten 2014 . All rights reserved

Radar Banten Group