#

Penghentian Pemotongan Kapal Tanpa Peringatan

Editor : qizink

Photo
Kondisi aktivtas pemotongan kapal di Kelurahan Lebak Gede, Kota Cilegon. (Sefrinal)
MERAK – Sehawi, Manager Operasional CV Bahari Jaya Utama, menilai Pemkot Cilegon arogan karena menghentikan aktivitas pemotongan bangkai kapal Bahana Utama Line di Pulorida, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, tanpa surat pemberitahuan atau surat peringatan.

Diketahui, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Cilegon bersama petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Cilegon pada Rabu (4/9/ 2013) menghentikan aktivitas pemotongan kapal karena dinilai belum mengantongi izin dan dikhawatirkan merusak lingkungan.

"Kita kan hanya pengusaha kecil, seharusnya jangan main hentikan saja. Harus ada surat peringatan terlebih dahulu, meskipun saya salah karena belum memiliki surat izin dari BLH Kota Cilegon, akan tetapi izin tersebut lagi proses," terang Sehawi, Jumat (6/9/2013).

Katanya, saat ini perusahaannya sudah memiliki izin dari Perhubungan Laut (Hubla), Syahbandar, baik dari penghapusan aset dan izin pemotongan Kapal. "Dan saya juga sudah dapat izin dari warga melalui Kelurahan Lebak Gede, dan sudah koordinasi dengan Angkatan Laut, Polres Cilegon, Polisi Air Polda Banten dan mendapatkan Izin lokasi dari manajemen Hotel Pulorida," lanjutnya.

Ia berharap kepada Walikota Cilegon agar memberikan kelonggaran atau toleransi agar mengizinkan kembali aktivitas pemotongan kapal sambil mengurus izin. "Kalau dihentikan seperti ini kita menjadi rugi, karena kita sudah punya target pengerjaan dan sudah kontrak kerja, dan mengalami kerugian sehari mencari Rp 10 juta,"  ujarnya.  (Sefrinal Putra)

Tags: Lingkungan Hidup

 
Tinggalkan komentar

Berita Terkait

Tuliskan Komentar Anda

(Wajib Diisi)
(Wajib Diisi)