Sekretaris KAHMI Banten : Kedepankan Kepentingan Banten Secara Luas

  Editor :  Krisna Widi Aria

 

SERANG - Gelombang aksi dan berbagai komentar bemunculan pasca Tb Chaeri Wardana, adik Gubernur Banten Ratu Atut Chsoiyah tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendapatkan tanggapan dari Sekretaris Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia(KAHMI) Banten Udin Saparudin.

Menurut Udin, masyarakat harus melihat persoalan tersebut secara jernih demi kepentingan Banten secara luas. "Melakukan aksi dengan amarah dan dendam tidak akan menyelesaikan persoalan. Justru hanya akan memperburuk kondisi Banten," ungkap Udin saat menghubungi via telepon selular, Rabu (9/10/2013) malam.

Ia pun tidak menginginkan ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan momentum ini untuk menjatuhkan kepemimpinan Banten saat ini. "Kepentingan politiknya berselimut atau dibungkus aksi-aksi penegakan hukum," tandas mantan Sekretaris Pokja Pembentukan Provinsi Banten.

Masyarakat, lanjut Udin, perlu juga memilah mana kasus hukum dan mana persoalan politik sehingga tidak mencampuradukkan keduanya. "Soal hukum, sudah ada yang berwenang. Serahkanlah kepada yang berwenang. Hingga saat ini, kasus ini belum sampai pada vonis hakim di pengadilan. Jadi tidak pantas memvonis seseorang sebelum ada vonis dari hakim di pengadilan," ungkap Udin. (Aas Arbi)***



Tag : KPK tangkap adik Gubernur Banten