Berita Utama

ilustrasi.  ( * )

Calon Jamaah Haji Diminta Rutin Cek Kesehatan

  Editor :  Ade Jahran

 


JAKARTA - Penyelenggaraan ibadah haji 2014 masih beberapa bulan lagi. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta calon jamaah haji agar aktif memeriksakan kesehatan di unit layanan kesehatan haji terdekat.

Wamenkes Ali Ghufron Mukti mengatakan bahwa petugas kesehatan haji tidak sama dengan petugas haji di bidang lain. "Petugas pelayanan kesehatan haji bekerjanya setahun penuh. Tidak tiga atau empat bulan saja," kata Ghufron kemarin (15/3). Untuk itu, dia meminta calon jamaah memanfaatkannya dengan baik.

Ghufron meminta calon jamaah untuk aktif memeriksakan kondisi kesehatannya, khususnya mereka yang berusia lebih 60 tahun. Mereka yang masuk kategori berisiko tinggi itu setiap tahun mendominasi calon jamaah Indonesia.

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan bukan penghambat calon jamaah naik haji. Selama ini ada salah pandangan di masyarakat bahwa jika terlalu rutin memeriksakan kesehatan menjelang berhaji, akan ketahuan segala jenis penyakit yang diidapnya. Dengan demikian, itu berpotensi menunda keberangkatan hajinya.

Guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut mengatakan, pengecekan kesehatan sejak dini justru bisa bermanfaat bagi calon jamaah. "Jika memang ada gangguan penyakit, bisa segera ditangani atau direhabilitasi," ujarnya. Dengan demikian, saat berhaji nanti, kondisi jamaah tidak terlalu lemah. Juga, mereka tidak mengganggu jamaah lainnya.

Ghufron mengatakan, Kemenkes melalui pusat kesehatan (puskes) haji terus memantau aktivitas pelayanan haji di tingkat dasar. Mulai tingkat puskesmas hingga rumah sakit yang tersebar di kabupaten dan kota. Pemeriksaan kesehatan terhadap calon jamaah haji bakal semakin gencar menjelang keberangkatan haji.

Seperti diketahui, calon jamaah mulai masuk asrama di embarkasi pada 31 Agustus. Kemudian, besoknya mereka langsung terbang ke Arab Saudi. Sementara itu, awal pemulangan jamaah haji dilaksanakan pada 9 Oktober. Dengan demikan, jamaah berada di Arab Saudi sekitar 40 hari.

Di bagian lain, rapat antara Kemenkes dan Kementerian Agama (Kemenag) tentang kriteria istitoah (syarat mampu berhaji) sektor kesehatan mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Di antaranya adalah segera dilakukan mudzakarah (pembahasan) para ahli untuk merumuskan kriteria status dan kondisi kesehatan jamaah haji.

Kemudian, penguatan diagnosis hasil pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji mulai tingkat puskesmas hingga rujukan di rumah sakit. Selanjutnya, keputusan batal atau tunda berhaji karena faktor kesehatan ditetapkan Kemenkes dengan melibatkan Kemenag dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kemenkes juga akan menetapkan kriteria pendamping jamaah haji lansia. (JPNN)


Tag : Haji

Site:

 

 

Radar Banten Group :

Radar Banten

Banten Raya

Tangerang Ekspres

Percetakan Radar

Baraya TV

Radar Arena

Radar Banten Promosindo

 

Redaksi

Info Iklan

Karir

Hubungi Kami

Peraturan

Copyright Radar Banten 2014 . All rights reserved

Radar Banten Group