( ilustrasi )

Tuntut UMK, Buruh Redwood Mogok

  Editor :  Admin

 

Tuntut UMK, Buruh Redwood Mogok



CILEGON- Ratusan buruh PT Redwood Indonesia menggelar aksi mogok kerja di halaman perusahaan, Senin (4/2). Informasi yang dihimpun, aksi tersebut sudah digelar sejak Sabtu (2/2) lalu. Para buruh menolak masuk kerja karena perusahaan yang mengolah jagung itu belum menerapkan gaji sesuai upah minimum kota (UMK) 2013 sebesar Rp 2,2 juta per bulan.
Asep, salah seorang pekerja menyatakan upah yang diberikan perusahaan untuk bulan Januari masih mengacu kepada UMK 2012 sebesar Rp 1,4 juta. Belakangan diketahui para buruh, perusahaan tersebut mengajukan penangguhan UMK kepada Gunernur Banten. “Kami menolak penangguhan itu, sebab menurut kami kondisi keuangan perusahaan masih sehat. Sangat tidak beralasan kalau menangguhkan upah,” kata Asep.
Menurut Asep,  aksi mogok akan terus dilanjutkan sampai perusahaan mau menerapkan UMK baru. Mereka juga meminta Pemkot Cilegon dan Provinsi Banten memberikan tekanan kepada perusahaan agar mematuhi ketentuan upah. “Sebagai bentuk perlindungan terhadap buruh yang sebagian besar warga Cilegon dan Banten secara umum, semestinya pemerintah daerah berpihak kepada kaum buruh,” tegasnya.
Didih, buruh PT Redwood Indonesia lainnya mengaku sudah mencoba membuka dialog dengan manajemen perusahaan. Namun diakui Didih, sampai kemarin belum ada hasilnya. Didih pun mengatakan sudah mendatangi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon di Jalan Raya Bojonegara, namun tidak mendapat tangggapan. “Semestinya Disnaker bisa menjembatani kepentingan kami, tapi malah disuruh ke Disnaker Provinsi Banten,” cetusnya.
Dihubungi terpisah, Kasi Perselisihan Industrial pada Disnaker Kota Cilegon Muhammad Zarwan menyatakan, pihaknya sengaja mengarahkan buruh PT Redwood Indonesia untuk langsung mendatangi Disnakertrans Provinsi Banten di Kota Serang. Sebab, katanya, keputusan penangguhan UMK ada di provinsi, sedangkan kabupaten/kota sampai saat ini belum menerima tembusan dari provinsi. “Kami tidak tahu apa-apa soal penangguhan UMK,” katanya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, radarbanten.com belum mendapatkan pernyataan resmi perusahaan atas aksi mogok kerja tersebut. Bahkan Humas PT Redwood Indonesia Endang Riyadi, hingga semalam belum bisa dihubungi. Radarbanten.com mencoba beberapa kali menelpon, tetapi tidak diangkat. begitupun sejumlah pesan pendek dari radarbanten.com kepada Humas PT Redwood Indonesia, hingga saat ini belum direspons yang bersangkutan. (Ibnu Marhas)***


Tag : Buruh, Pemkot Cilegon, Pemprov Banten,