Reklame Gratis Ical di Cilegon Diprotes Partai Lain

  Editor :  Aas Arbi

 

CILEGON - Sejumlah petinggi partai di Kota Cilegon memprotes kebijakan Pemkot Cilegon. Mereka menilai Pemkot bersikap diskriminatif karena menggratiskan reklame promosi politik Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Padahal parpol lain dikenakan pajak jika ingin memajang reklame di tempat umum.

Ketua DPC Partai Gerindra Cilegon Hasbi Sidik meminta Pemkot segera menertibkan reklame milik Ical sebagaimana yang dilakukan Satpol PP Cilegon terhadap atibut miliknya. "Enak amat, spanduk ucapan ulang tahun Partai Gerindra diberedel, tapi Partai Golkar dan Ical dibiarin. Padahal motif Ical sudah jelas ingin jadi Presiden," kata Hasbi, Rabu (13/2).

Sekretaris DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga meminta Pemkot Cilegon bersikap adil. Apabila ada kebijakan khusus yang memungkinkan tidak dipungutnya biaya sosialisasi parpol, sebaiknya disosialisasikan ke parpol lain. "Jangan hanya parpol tertentu saja yang menikmati tarif gratis reklame kampanye, sementara parpol lain diminta bayar," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Cilegon Septo Kalnadi mengatakan, terdapat 25 reklame Ical di Cilegon yang sudah dipasang sejak dua tahun silam. Keberadaan reklame itu tidak dikenakan pajak sebagaimana yang diatur dalam Perda Nomor 14 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame. "Tapi di Perda itu juga diatur soal kewenangan walikota untuk membuat tarif pajak menjadi Rp 0,- seperti iklan layanan masyarakat. Parpol lain juga bisa mengajukan ke walikota kalau mau," ujarnya. (Ibnu M Marhas)



Tag : Kota Cilegon