google.com.

Pengajian Diduga Jadi Ajang Kampanye

  Editor : 

 

SERANG – Sejumlah pengurus pengajian Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Cipocok Jaya mengeluhkan terkait pelaksanaan pengajian rutin disusupi oleh salah seorang bakal calon yang akan maju pada Pilkada Kota Serang. Bakal calon tersebut datang di tengah-tengah acara pengajian meminta doa dan dukungan para jamaah untuk maju sebagai bakal calon Walikota Serang.

KH Hasbulloh, pengurus pengajian NU di Kecamatan Cipocok Jaya menyayangkan langkah yang ditempuh bakal calon tersebut. Sebab, menurutnya, saat ini KPU Kota Serang pun belum menentukan jadwal kampanye atau menetapkan calon walikota/wakil walikota yang akan bertarung di pilkada. “Kenapa harus  datang lewat pengajian, seolah mengajak warga untuk ikut memilih,” katanya, Minggu (3/3).

Ia berharap agar para bakal calon siapa pun itu agar tidak keburu nafsu. Apalagi, ujarnya, memanfaatkan ajang-ajang tertentu yang bukan semestinya untuk mempromosikan diri. “Harus menunggu, dan bersabarlah,” ujarnya.

Subandi, anggota pengajian NU mengaku sempat menyaksikan bakal calon yang mempromosikan diri di hadapan jamaah pengajian. “Saya merekam pakai handphone, dan terang-terangan itu (bakal calon-red) minta dukungan,” ujarnya.

Ketua Panwas Kota Serang Rohman yang dimintai tanggapannya mengaku tak mempermasalahkan jika bakal calon walikota/wakil walikota mulai memperkenalkan diri. “Selama belum memasuki masa kampanye pada tahapan pilkada enggak apa-apa. Mungkin itu sebatas sosialisasi saja,” ujarnya.

Menurutnya, tahapan Pilkada Kota Serang baru akan dimulai April. “Bagi para bakal calon nanti diminta melengkapi persyaratan administrasi, termasuk partai mana yang mengusungnya. Kalau untuk bakal calon independen, harus melengkapi persyaratan pengumpulan KTP sebanyak empat persen dari jumlah penduduk,” jelasnya. (ADITYA RAMADHAN)  



Tag : pilkada kota serang