Pekerja Asing di Cilegon Bakal Dipungut Retribusi

  Editor : 

 

CILEGON - Banyaknya tenaga kerja asing di Kota Cilegon akan dijadikan sasaran untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Data Kantor Imigrasi Cilegon menyebutkan ada sekira 706 pekerja asing yang berasal dari 28 negara bekerja di berbagai industri di Kota Baja.

Menyikapi hal itu, pada tahun ini Pemkot Cilegon melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon telah membuat rancangan peraturan daerah (raperda) yang akan menjadi dasar hukum untuk menarik retribusi pekerja asing di Kota Cilegon. Kepala Disnaker Cilegon Taufiqurrohman mengatakan, raperda yang tengah disusun yakni tentang retribusi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga asing

(IMTA). Aturan ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) NO.97/2012. "Setelah diterbitkannya PP itu ada potensi retribusi yang bisa ditarik oleh daerah. Namun begitu harus ada turunannya berupa perda," ujar Taufiq, Sabtu (9/3).

Dikatakan, raperda tersebut telah selesai disusun oleh Disnaker Cilegon dan telah diserahkan kepada Bagian Hukum Setda Cilegon untuk kemudian dibahas oleh DPRD Kota Cilegon. "Potensi ini harus segera kita sambut, namun begitu ini semua juga tergantung pemerintah pusat dalam memberikan kewenangannya," ujar Taufiq.

Berdasarkan draf semetara  raperda itu, setiap orang asing akan dipungut retribusi sebesar 100 USD per bulan. "Setelah nanti perda disahkan maka ini berlaku wajib bagi seluruh perusahaan yang mempekerjakan orang asing," ucapnya. (IBNU MARHAS)


Tag : kota cilegon