Rehabilitasi Proyek Daerah Irigasi di Lebak Dipertanyakan

  Editor :  Ade Jahran

 

 

SERANG – Proyek rehablilitasi daerah irigasi (DI) di Kabupaten Lebak yang dibiayai APBN dipertanyakan. Diduga tender proyek ini tidak transparan dan ada indikasi pengondisian terhadap perusahaan tertentu. DI itu adalah di wilayah Cimangenteung, Kecamatan Cipanas Rp 597.030.000. Kemudian DI Gunung Gebas, Kecamatan Lebakgedong Rp 467.008.000, dan DI Cilangkahan II di Kecamatan Malingping Rp 598.020.000.

“Kami mempertanyakan proyek dari dana alokasi khusus (DAK) tersebut, terutama proyek Di di Malingping. DI sudah selesai padahal anggarannya pada 2013 ini. Sementara proyek dua DI lainnya memang dibiayai ABPN 2012,” kata Yahya, pengurus Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Provinsi Banten, Senin (11/3).

Diungkapkan, ketika dirinya memasukkan proposal atau tender melalui LPSE Kabupaten Lebak, tetapi diduga panitia lelang telah bekerja sama dengan pengusaha tertentu untuk menggugurkan dokumen penawaran perusahaan dengan cara tidak dilakukan klarifikasi berkas. “Memang kami memasukan berkas melalui LPSE,” kata Yahya yang juga seorang pengusaha dan memasukkan proposal.

Dia diundang untuk melakukan klarifikasi,  tetapi ketika datang pihak panitia tak ada di tempat. Tetapi diarahkan oleh pihak Dinas Sumber Daya Air (SDA) Lebak ke salah satu asosiasi untuk negosiasi atau musyawarah.

Kepala Dinas SDA Kabupaten Lebak M Wahab belum bisa dikonfirmasi, nomor ponselnya tidak aktif. Begitu juga dengan Kabid Irigasi Dinas SDA Lebak, Dade nomor ponselnya tak aktif. (ADE JAHRAN)


Tag : daerah irigasi