FKGTH Minta Pemkot Cilegon Hentikan Perekrutan Honorer

  Editor : 

 

CILEGON - Ketua Forum Komunikasi Guru dan Tata Usaha Honorer (FKGTH) Kota Cilegon Martin Al-Khosim meminta, Pemkot Cilegon menghentikan perekrutan tenaga kerja honorer dan tenaga harian lepas (THL) yang hingga kini masih berlangsung. Menurutnya, jumlah honorer yang semakin banyak dari tahun ke tahun membuat beban APBD semakin berat.

Selain menjadi beban APBD, tambah Martin, banyaknya tenaga honorer dan THL membuat resah honorer yang sudah lama mengabdi di lingkungan Pemkot Cilegon. “Bagaiamana tidak resah, honorer kategori dua (K2) saja sampai sekarang nasibnya tidak jelas. Semestinya hentikan dulu perekrutan tenaga honorer baru agar permasalahan honorer K2 selesai,” ungkap Martin, Selasa (19/3).

Martin mempertanyakan efektivitas Instruksi Walikota Nomor 2 Tahun 2009 tentang Larangan Pengangkatan Tenaga Honorer. Sebab pada kenyataannya, banyak sekolah negeri dan satuan kerja di lingkungan Pemkot Cilegon yang setiap tahun berlomba-lomba mengangkat tenaga honorer dan THL baru. “Mestinya tidak cukup hanya dengan instruksi karena itu sifatnya hanya imbauan, tidak ada sanksi apa-apa bagi satuan kerja yang melanggar,” ujarnya.

Terkait langkah Pemkot yang sudah mengusulkan perekrutan CPNS sebanyak 700 kuota untuk pelamar Umum, Martin juga menyesalkannya. “Saya dengar Pemkot sedang krisis kepegawaian, butuh 2.000 pegawai. Kenapa tidak mengusulkan 700 honorer K2 saja supaya diangkat. Atau kalaupun melakukan perekrutan umum, 70 persen kuota diprioritaskan untuk honorer K2, sisanya baru untuk pelamar umum,” pintanya. (IBNU)



Tag : Honorer Cilegon