#

Cimande Macan Guling Banten Gelar Keceran

Editor : Aas Arbi

SERANG - Perguruan Pencak Silat Cimande Macan Guling Banten yang berdiri 1973 merupakan olahraga bela diri tradisional Banten memiliki tradisi unik. Yaitu ritual keceran (menetes mata) yang dilaksanakan setiap malam Jumat terakhir pada bulan Mulud.
Tahun ini, perguruan Cimande Macan Guling akan menggelar ritual keceran pada Kamis (7/2) malam di Taman Wisata Kuliner Taman Sari, Kota Serang.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Cimande Macan Guling Banten Deni Arisandi mengatakan, selain ritual tahunan perguruan, acara keceran merupakan silaturahmi anggota perguruan MMG se-Indonesia.     “Tujuan utama ritual ini supaya perguruan kami mendapat keberkahan di bulan Mulud. Diperkirakan dihadiri 3.000 anggota perguruan se-Indonesia. Rangkaian acara ini akan ada pertunjukan debus,” kata Deni di sela-sela memimpin rapat di Taman Wisata Kuliner Taman Sari, Kota Serang, Jumat (1/2).
Selain berkembang di Indonesia, tambah Deni, perguruan Cimande Macan Guling berkembang di beberapa negara, seperti, Jerman, Perancis, dan Kamboja. “Perguruan kami memiliki murid dari luar negeri. Setelah menimba ilmu di Indonesia, mereka kemudian mengembangkan di negaranya masing-masing. Ini menunjukkan bahwa olahraga tradisional kita memiliki keunikan tersendiri sehingga menarik untuk di pelajari,” ungkapnya.
Meski merupakan bela diri tradisional, ia menyatakan, pesilat perguruan Cimande Macan Guling memiliki prestasi gemilang. “Kita memiliki anggota perguruan mencapai 100 ribu orang yang tersebar di Banten. Tahun 2011 lalu di ajang Porkot Kota Serang, perguruan kita meraih juara umum. Kami sering diundang untuk pertunjukan debus,” jelas Deni.
Ketua Pelaksana Suyanto menambahkan, ritual keceran sekaligus untuk mengobati mata anggota perguruan. “Pengobatan dalam arti kata adalah awas. Kata awas juga memiliki makna yakni supaya anggota kami bisa melihat hal-hal yang baik saja,” tambahnya. (mg-24/yes)

Tags: Cimande Macan Guling

 
Tinggalkan komentar

Berita Terkait

Tuliskan Komentar Anda

(Wajib Diisi)
(Wajib Diisi)