General Manager Lapis Beneng Anwar Bendoz melayani konsumen di ajang Festival Cisadane, Kota Tangerang, Kamis (13/6)  ( Ristia )

Lapis Beneng, Oleh-oleh Khas Tangerang

  Editor :  Ade Jahran

 

TANGERANG – Pembuat makanan Lapis Beneng berjuang untuk jadi icon penganan oleh-oleh khas Tangerang. Kue lapis yang menggunakan bahan dasar singkong ini misinya sederhana yakni menaikkan derajat singkong dan merubah perilaku konsumsi makanan di masyarakat.

Lapis Beneng memanfaatkan tepung singkong (casava) sebagai bahan dasar produksi. Perbandingannya, 60 persen tepung singkong, sisanya tepung terigu. Penggunaan tepung singkong ini upaya merubah perilaku konsumsi makan masyarakat.

General Manager Lapis Beneng Anwar Bendoz menilai, singkong 'tertinggal' dan belum banyak inovasi dari olahan singkong. Pihaknya mengolahnya singkong jadi kue lapis, brownies dan roll cake. Sehingga mengangkat singkong sebagai penganan konsumtif di pasar kelas menengah dan atas.

"Lapis Beneng diharapkan jadi oleh-oleh khas Tangerang," ujar Anwar di Kota Tangerang, Kamis 13 Juni 2013. Merek ini, memiliki beberapa item produk. Yaitu brownies kukus original, brownies kukus topping keju, lapis talas singkong, lapis talas pandan dan roll cake rasa blueberry, stroberi serta keju. Harga jual di outlet Lapis Beneng, berkisar mulai Rp 25 ribu sampai Rp 31 ribu.

Penamaan Lapis Beneng sendiri, terinspirasi talas beneng, pangan lokal dari Pandeglang, Banten. Jenis umbi-umbian ini berukuran besar dengan warna cenderung kuning. Rasanya legit dan pulen. (Ristia)


Tag : Lapis Beneng